— Orang tua perlu waspada terhadap Penyakit Jantung Rematik (PJR) yang dapat mengintai anak dan remaja. Penyakit ini berpotensi berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas, sehingga dapat menyebabkan gangguan pada katup jantung.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Annisa Pohan Yudhoyono dalam sebuah konferensi pers memperingati Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa PJR masih menjadi persoalan kesehatan yang signifikan pada kelompok usia anak dan remaja karena gejalanya seringkali tidak terdeteksi sejak dini.

Annisa menjelaskan bahwa PJR dapat mulai berkembang sejak masa kanak-kanak dan baru diketahui ketika kondisi jantung sudah mengalami gangguan. Penyakit ini dapat berawal dari infeksi bakteri grup A Streptococcus yang menyebabkan radang tenggorokan. Jika infeksi ini tidak ditangani dengan baik, termasuk pengobatan antibiotik yang tidak tuntas, dapat memicu reaksi autoimun yang menyerang berbagai organ tubuh, termasuk jantung.

“Anak yang terinfeksi radang tenggorokan yang tidak ditangani dengan benar, baik itu tidak diobati ataupun diobati dengan antibiotik, tapi, tidak tuntas antibiotiknya, itu akan mengalami kondisi autoimun sehingga itu bisa menyerang ke organnya, bisa ke ginjal dan juga utamanya bisa ke jantung,” ujar Annisa saat perayaan Hari Jantung di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Skrining Menargetkan 8 Ribu Anak dan Remaja

Dalam upaya meningkatkan deteksi dini PJR, YJI menjalankan program skrining yang menargetkan 8.000 anak dan remaja. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Jantung Sedunia 2026 dan direncanakan berlangsung selama dua tahun.

Hingga saat ini, data telah terkumpul dari 2.590 anak di berbagai daerah, termasuk Malang, Jawa Timur, dan Tulang Bawang, Lampung. Skrining lanjutan dijadwalkan akan dilaksanakan di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Menurut Annisa, program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam penyediaan data mengenai prevalensi PJR pada anak di Indonesia. YJI tidak hanya berfokus pada pengumpulan data melalui kegiatan skrining. Anak-anak yang terdeteksi mengalami PJR maupun penyakit jantung bawaan juga akan dibantu untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis jantung dan fasilitas pemeriksaan lanjutan.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa deteksi dini dapat segera diikuti dengan penanganan yang tepat bagi anak-anak yang teridentifikasi menderita penyakit jantung.