— JAKARTA – Industri pertambangan nasional terus berkembang dan memegang peranan penting dalam menopang perekonomian negara. Namun, sektor ini menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal yang kompleks.

Dinamika geopolitik internasional serta fluktuasi harga komoditas mineral dan batu bara di pasar global menjadi salah satu tantangan utama. Di dalam negeri, isu seperti maraknya pertambangan ilegal dan pelanggaran hukum lainnya masih menjadi pekerjaan rumah. Selain itu, regulasi baru di sektor pertambangan, perizinan lingkungan hidup, kehutanan, tata ruang, hingga kebijakan fiskal turut menambah beban operasional.

Hingga paruh pertama tahun ini, sektor pertambangan tercatat mengalami pertumbuhan negatif. Meskipun demikian, terdapat catatan positif di mana penerimaan negara dari komoditas nikel dan batu bara mengalami kenaikan, bahkan ketika angka produksi kedua komoditas tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tantangan lain yang dihadapi industri tambang adalah transisi energi, elektrifikasi, perkembangan teknologi, dan efisiensi. Dunia pertambangan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan global.

Sejauh ini, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) secara aktif mendukung kemajuan sektor pertambangan. Dalam rangka merayakan HUT ke-36, Perhapi berkomitmen menyumbangkan pengetahuan dan kemampuan anggotanya untuk kemajuan usaha pertambangan di Indonesia sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Berbagai kegiatan telah diselenggarakan untuk meningkatkan penelitian ilmiah, mengembangkan teknologi, dan memajukan ilmu pertambangan di bidang eksplorasi, penambangan, metalurgi, serta ilmu terkait lainnya. Hingga kini, Perhapi memiliki lebih dari 14.000 anggota yang aktif maupun tidak, meliputi Aparatur Sipil Negara (ASN), akademisi, dan praktisi dari berbagai instansi pemerintah, pendidikan, serta dunia usaha.

Perhapi juga berperan memberikan masukan dan dukungan solusi yang adil bagi semua pihak dalam mengatasi permasalahan sektor pertambangan. Kepercayaan dari pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi modal penting bagi Perhapi untuk terus berkontribusi.

“Kami tentunya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang masih tetap mempercayai kami untuk terus berperan di dalam kontribusi untuk memajukan sektor industry pertambangan yang kita cintai ini,” ungkap Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono dalam sambutan pembukaan perayaan HUT Perhapi ke-36 di Jakarta.

Dalam perayaan ulang tahunnya, Perhapi menggelar Forum Diskusi bertema ‘Industri Mineral dan Batubara, Kondisi Saat ini dan Kontribusinya Bagi Masa Depan Bangsa dan Negara’. Forum ini menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah dan industri pertambangan untuk memberikan pandangan mengenai kondisi sektor pertambangan saat ini.

“Diharapkan forum ini bisa menjadi bekal awal bagi kami untuk dapat ditindaklanjuti dalam program kegiatan organisasi berikutnya dalam rangka menyusun masukan dan rekomendasi yang positif dan konstruktif kepada pemerintah maupun seluruh stakeholder di industry pertambangan minerba,” ujar Widhy.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Tri Winarno, turut menyampaikan ucapan selamat kepada Perhapi atas HUT ke-36. “Perhapi telah menjadi mitra strategis pemerintah. Sebagai organisasi profesi yang anggotanya adalah profesional pertambangan, kontribusi Perhapi masih sangat dibutuhkan untuk memajukan Pertambangan ke depan,” pungkasnya.