DailyFX.ID — PT Weda Bay Nickel (WBN) bersama Universitas Khairun terus memperkuat upaya pemantauan keanekaragaman hayati di area operasionalnya di Halmahera, Maluku Utara. Kolaborasi ini telah berhasil mengidentifikasi ratusan spesies tumbuhan dan satwa, termasuk beberapa yang merupakan spesies endemik dan dilindungi.
Senior Rehabilitation Superintendent Weda Bay Nickel, Fitri Rahmadani Ritonga, menjelaskan bahwa pemantauan ini bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban lingkungan, melainkan juga menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan biodiversitas di wilayah tersebut.
“Ketika kami melakukan pemantauan dan mendapatkan hasil area mana yang memiliki nilai biodiversitas lebih tinggi, data tersebut menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan program keanekaragaman hayati serta pengelolaan lingkungan,” ungkap Fitri dalam keterangan pers, Selasa (15/9/2026).
Sementara itu, Peneliti dan Dosen Universitas Khairun, M Natsir Tamalene, menambahkan bahwa pemantauan flora dan fauna bersama WBN telah berjalan selama kurang lebih empat tahun. Jumlah titik pemantauan pun terus berkembang, dari awalnya enam titik menjadi 40 titik.
Natsir menekankan pentingnya pemantauan berulang, mengingat Halmahera berada di kawasan Wallacea yang dikenal memiliki tingkat endemisitas tinggi dan sebaran spesies yang terbatas. “Pemantauan yang dilakukan secara berulang dan di berbagai titik penting untuk melihat perubahan kondisi keanekaragaman hayati dari waktu ke waktu,” jelas Natsir.
Tim peneliti telah berhasil memverifikasi sekitar 249 spesies tumbuhan. Dari jumlah tersebut, 8,8% merupakan spesies endemik lokal, dan sekitar 63% ditemukan pada habitat primer.
Untuk sektor fauna, pemantauan mengidentifikasi 53 spesies burung, 28 spesies serangga, delapan spesies mamalia, delapan spesies amfibi, empat fauna tanah, dan tiga spesies reptil. Selain itu, teridentifikasi pula 35 spesies fauna yang menjadi pemicu (trigger species) dan 18 spesies yang secara resmi dilindungi oleh pemerintah Indonesia.
Salah satu temuan signifikan adalah Tikus Duri Boki Mekot (Halmaheramys bokimekot), seekor mamalia endemik Halmahera yang memiliki persebaran sangat terbatas. Keberadaan spesies ini berhasil terekam melalui penggunaan camera trap dan perangkap hidup di salah satu titik pemantauan WBN.
Fitri menambahkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini, meliputi pemantauan lapangan, kolaborasi akademik, kajian habitat, hingga penerapan Biodiversity Action Plan, merupakan bagian integral dari upaya menjaga fungsi ekologis kawasan di tengah berlangsungnya kegiatan operasional pertambangan di Halmahera.
Ikuti DailyFX.ID
