— Pengembang PT Bukitnusa Indahperkasa kembali mempercepat penjualan properti melalui pelaksanaan akad kredit massal di Permata Mutiara Maja. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (11/9) ini diikuti oleh 56 konsumen dari Cluster Montana dan Cluster Beryl, sebagai upaya mendorong target penjualan sepanjang 2026.

Rumah-rumah yang diakadkan dalam acara tersebut dibanderol dengan harga mulai dari Rp166 juta hingga Rp300 jutaan. Pembiayaan untuk pembelian unit-unit ini didukung oleh kerja sama dengan sejumlah perbankan terkemuka, termasuk BCA Sejahtera, BTN, BSN, dan BNI.

Marketing and Sales Director Bukitnusa Indahperkasa, Cornelius Widjaja, menyatakan bahwa tingginya antusiasme konsumen dalam akad kredit massal ini menjadi indikator positif bagi perkembangan pasar perumahan di kawasan Maja. “Tingginya penyerapan rumah di Permata Mutiara Maja menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terjangkau, berkualitas, dan memiliki akses transportasi yang baik masih sangat besar,” ujar Cornelius dalam keterangan rilisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap Permata Mutiara Maja terus menunjukkan tren positif, baik untuk segmen rumah subsidi maupun komersial. “Akad kredit ini menjadi salah satu indikator positif bahwa pasar properti di kawasan Maja terus bertumbuh. Kami bersyukur kepercayaan masyarakat terhadap Permata Mutiara Maja terus meningkat, baik untuk rumah subsidi maupun rumah komersial,” katanya.

Cornelius menjelaskan, mayoritas konsumen Permata Mutiara Maja berasal dari Jakarta dan sekitarnya, dengan profil pembeli yang banyak bekerja sebagai staf kantoran. Segmen keluarga muda juga menjadi salah satu kelompok konsumen yang dominan. Kemudahan akses transportasi, khususnya keberadaan akses KRL, menjadi faktor penting yang meningkatkan minat masyarakat terhadap kawasan Maja sebagai alternatif hunian bagi para pekerja yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.

“Saat ini jumlah pemesan cukup meningkat karena para pekerja dari Jakarta dan sekitarnya mencari rumah yang mudah dijangkau dengan KRL. Ini menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan Maja semakin menarik sebagai pilihan tempat tinggal,” jelas Cornelius.

Tingginya minat ini tercermin dari pola pembiayaan konsumen, di mana sekitar 98% pembeli Permata Mutiara Maja memanfaatkan fasilitas KPR untuk memiliki hunian.

Harga Mulai Rp166 Juta

Permata Mutiara Maja menawarkan beragam pilihan hunian, mulai dari segmen subsidi hingga komersial. Untuk rumah subsidi, tersedia tipe 27/60. Sementara itu, segmen komersial menghadirkan pilihan tipe 33/60, 30/72, 33/84, dan 33/105. Harga rumah yang dipasarkan saat ini berkisar antara Rp166 juta hingga Rp500 jutaan, memberikan fleksibilitas bagi konsumen sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Pengembang terus berupaya memperluas pasar rumah komersial seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hunian berkualitas dengan pilihan yang lebih beragam. “Kami melihat potensi pasar perumahan di kawasan Maja masih sangat besar. Selain tetap menjadi pilihan utama untuk rumah subsidi, saat ini kami juga mulai mengembangkan pasar rumah komersial yang mendapat respons positif dari masyarakat,” ungkap Cornelius.

Meskipun ekonomi menghadapi sejumlah tantangan, PT Bukitnusa Indahperkasa menilai dampaknya terhadap penjualan rumah relatif masih dapat dikelola. Cornelius menargetkan penjualan sebanyak 1.400 unit sepanjang 2026. Hingga kini, realisasi penjualan telah melampaui 90% dari target tersebut.

“Memang ada pengaruh dari kondisi ekonomi, tetapi tidak terlalu signifikan. Strategi kami adalah terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai betapa penting dan berharganya memiliki hunian sendiri,” tutur Cornelius.

Selain edukasi pasar, program pemerintah 3 Juta Rumah juga dinilai memberikan dampak positif dalam mempermudah akses masyarakat mendapatkan hunian. “Dengan adanya dukungan pemerintah melalui program 3 Juta Rumah, masyarakat yang membutuhkan hunian menjadi lebih mudah mendapatkan akses untuk memiliki rumah,” tambahnya.

Permata Mutiara Maja dikembangkan PT Bukitnusa Indahperkasa di atas lahan seluas sekitar 200 hektare di kawasan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Sekitar 90 hektare lahan telah dikembangkan dengan total sekitar 7.000 unit rumah terbangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 5.500 kepala keluarga telah menghuni kawasan ini, menunjukkan pertumbuhan fisik dan pembentukan komunitas hunian yang aktif.

Kawasan ini kini menjadi salah satu pengembang yang memiliki posisi kuat di pasar rumah subsidi Maja. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, pengembang juga memperbesar porsi pengembangan rumah komersial.

Dengan dukungan akses transportasi dan pertumbuhan kawasan, Maja dinilai memiliki prospek besar sebagai kawasan penyangga Jakarta dan sekitarnya. “Kami optimistis kebutuhan hunian di Maja akan terus bertumbuh. Kombinasi antara harga yang terjangkau, pilihan rumah yang semakin beragam, serta akses transportasi yang semakin mendukung membuat kawasan ini memiliki prospek yang sangat baik ke depan,” kata Cornelius.

Cornelius menjelaskan, Permata Mutiara Maja merupakan pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo. Lokasinya yang hanya sekitar 2 menit atau 800 meter dari Stasiun Maja menjadi nilai tambah utama, memberikan kemudahan mobilitas bagi pekerja di Jakarta dan Tangerang, serta keluarga muda yang mencari hunian nyaman dan terjangkau.

“Lokasi yang sangat dekat dengan Stasiun Maja menjadikan Permata Mutiara Maja sebagai salah satu kawasan hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang sangat strategis. Kami optimistis kawasan ini akan terus menjadi pilihan masyarakat yang mengutamakan kemudahan akses transportasi sekaligus kualitas lingkungan tempat tinggal,” jelas Cornelius.

Selain aksesibilitas yang baik, kenyamanan lingkungan juga menjadi faktor penting. Sistem keamanan one gate system, fasilitas lingkungan yang terus berkembang, serta terbentuknya berbagai komunitas warga menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh para penghuni.

Permata Mutiara Maja berada di jantung Kota Baru Publik Maja, salah satu dari sepuluh Kota Baru Publik yang dikembangkan pemerintah. Posisi strategis ini memberikan prospek investasi yang menjanjikan sekaligus menghadirkan lingkungan hunian yang nyaman untuk jangka panjang.