— SEOUL – Militer Korea Selatan mengerahkan jet tempur Angkatan Udara setelah mendeteksi beberapa pesawat militer Rusia memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korea Selatan (KADIZ) di atas perairan timur negara itu pada Selasa (25/8/2026) sore.

Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mengonfirmasi bahwa armada udara Rusia sempat melintas di dekat Pulau Dokdo dan Pulau Ulleung sebelum akhirnya keluar dari area pertahanan tersebut. Pernyataan ini dirilis pada Rabu (26/8/2026).

“Militer Korea Selatan telah mendeteksi pergerakan pesawat militer Rusia tersebut sebelum mereka melintasi batas KADIZ. Sebagai langkah antisipasi, jet tempur Angkatan Udara langsung dikerahkan untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan,” demikian bunyi pernyataan resmi JCS pada Rabu.

JCS memastikan bahwa armada pesawat Rusia hanya melintasi zona pertahanan dan tidak sampai melanggar wilayah udara teritorial Korea Selatan. Secara hukum internasional, zona pertahanan udara (KADIZ) berbeda dari wilayah udara teritorial suatu negara. Area ini ditetapkan secara mandiri oleh suatu negara agar pesawat asing yang melintas dapat mengidentifikasi diri guna mencegah potensi bentrokan militer yang tidak diinginkan.

Peristiwa ini menambah catatan ketegangan udara di kawasan tersebut. Pada akhir Juni 2026, hampir 10 pesawat militer gabungan dari China dan Rusia juga terdeteksi melintasi KADIZ di wilayah perairan timur dan selatan Korea Selatan.

Insiden sebelumnya itu sempat memicu protes keras dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan yang menyampaikan protes diplomatik resmi kepada China dan Rusia karena menerbangkan pesawat militer tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Pelanggaran batas Zona Identifikasi Pertahanan Udara (KADIZ) oleh armada militer asing, khususnya dari Rusia dan China, kerap berulang dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Asia Pasifik.

Rusia dan China secara berkala menggelar patroli udara gabungan di wilayah Laut Jepang dan Laut China Timur sebagai bentuk kerja sama strategis militer kedua negara. Meski pihak Rusia dan China tidak mengakui batas KADIZ yang diklaim secara sepihak oleh Korea Selatan, pemerintah Korsel tetap memberlakukan prosedur ketat dengan mengerahkan jet tempur cegat (interceptor) untuk memantau pergerakan armada asing dan mencegah potensi eskalasi konflik militer di batas wilayahnya.