DailyFX.ID — PT Kencana Sawit Indonesia (PTKSI), bagian dari Wilmar Group, memfasilitasi mimpi anak-anak di sekitar areal perkebunan perusahaan menjadi pemain sepak bola dengan mendirikan Sekolah Sepak Bola Kolonal (SSB Kolonal) di Nagari Talao Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.
SSB Kolonal tidak semata-mata didirikan untuk mencetak pemain sepak bola, namun menjadi ruang bagi anak-anak di wilayah perkebunan sawit untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka sejak dini. Kontribusi industri sawit nasional saat ini tidak hanya sebagai penyumbang devisa negara dari ekspor serta penyokong ketahanan pangan dan energi nasional, belakangan sektor tersebut juga turut mengupayakan kemajuan sepak bola Indonesia.
Salah satu upaya yang dilakukan PTKSI adalah menggunakan sebagian dana corporate social responsibility (CSR) untuk mendirikan SSB Kolonal. Program ini telah berjalan selama setahun dan menjadi wadah bagi anak-anak sekitar PTKSI untuk mengembangkan minat dan bakat sepak bola sekaligus menjalani aktivitas yang lebih sehat. Mayoritas anggota SSB Kolonal berusia 11-12 tahun. Mereka mengikuti latihan secara gratis sebanyak tiga kali dalam sepekan, masing-masing sekitar dua jam. Anak-anak hanya perlu menyediakan seragam latihan, sementara sejumlah perlengkapan seperti bola berasal dari sumbangan para karyawan perusahaan.
Di balik kegiatan tersebut, ada Yasril Awan, karyawan PTKSI yang sehari-hari bekerja sebagai civil engineer. Yasril merupakan penggagas SSB Kolonal sekaligus turun langsung menjadi pelatih bagi anak-anak. Menurut Yasril, ide mendirikan SSB berangkat dari keinginan menyediakan aktivitas positif bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan perkebunan sawit PTKSI. Sepak bola bukan hanya sarana olahraga, tetapi juga dapat membentuk kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas.
“Sepak bola bukan hanya tentang bermain dan berkompetisi, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, sportivitas, dan pola hidup sehat,” ujar Yasril.
Di Nagari Talao Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, kini 60 anak sekolah dasar (SD) punya cara sendiri untuk mengisi waktu setelah belajar. Tiga kali seminggu, mereka meninggalkan gawai dan berkumpul di lapangan untuk berlatih sepak bola bersama di SSB Kolonal. Dari lapangan desa di Nagari Talao Sungai Kunyit, 60 bocah Solok Selatan tersebut berusaha mengejar mimpi menjadi pesepak bola nasional.
Yasril menyatakan, selain berlatih rutin, anak-anak SSB Kolonal juga mulai mengikuti sejumlah turnamen sepak bola tingkat Kabupaten Solok Selatan. Ke depan, mereka menyimpan mimpi lebih besar, yakni membawa nama Solok Selatan hingga Sumbar dan nasional dalam kompetisi sepak bola usia dini.
“Kami berharap dari sini muncul bibit-bibit pesepak bola yang bisa berprestasi. Tetapi yang paling penting, anak-anak mendapat pengalaman, belajar bekerja sama, dan tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan disiplin,” kata dia.
Bagi Yasril Awan, SSB Kolonal tidak semata-mata tentang mencetak pemain sepak bola. Lapangan SSB Kolonal menjadi ruang bagi anak-anak sekitar areal perkebunan sawit untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka sejak dini. “Harapannya, aktivitas ini tidak hanya mengasah talenta anak-anak, tetapi juga membantu menyiapkan mereka menjadi generasi masa depan yang unggul,” ujarnya.
Ikuti DailyFX.ID
