DailyFX.ID — Nilai tukar Rupiah (IDR) menunjukkan penguatan signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Data pasar spot exchange pada pukul 09.05 WIB mencatat Rupiah dibuka menguat 87 poin atau 0,49% ke level Rp 17.810 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi setelah penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, di mana Rupiah sempat ditutup melemah 34 poin ke level Rp 17.897 per dolar AS. Pergerakan Rupiah hari ini sejalan dengan tren pelemahan Dolar AS terhadap mata uang global.
Dolar AS bergerak di kisaran level terendahnya dalam dua bulan terhadap mata uang global pada Senin ini. Para investor global tengah menantikan data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis minggu ini. Data tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Indeks dolar AS terpantau bertahan di angka 99,6, mendekati level terendahnya sejak 2 Juni 2026. Mata uang utama lainnya juga menunjukkan pergerakan yang variatif. Euro sedikit menguat ke level US$ 1,1558 per dolar AS, mendekati posisi terkuatnya sejak pertengahan Juni 2026. Poundsterling Inggris stabil di $ 1,3490 per dolar AS, tidak jauh dari puncak tertingginya dalam lima minggu.
Sementara itu, Yen Jepang bertahan kuat di level 157,90 per dolar AS. Mata uang Jepang ini sempat kehilangan sebagian penguatannya yang dipicu oleh intervensi pasar. Dolar Selandia Baru dan dolar Australia masing-masing melemah 0,1% menjadi $ 0,7062 dan $ 0,5889 per dolar AS.
Geoff Yu, ahli strategi pasar senior EMEA di BNY, menyatakan bahwa sinyal pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah telah menurunkan ekspektasi suku bunga riil dan memperpanjang pelemahan dolar AS. Namun, ia menambahkan bahwa hal ini belum sepenuhnya mencerminkan skenario pelonggaran kebijakan. Menurutnya, persepsi terhadap data inflasi AS kemungkinan akan menjadi faktor penentu utama bagi pergerakan mata uang Amerika Serikat pada minggu ini.
Ikuti DailyFX.ID
