DailyFX.ID — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan perusahaan-perusahaan asal negaranya untuk terlibat aktif dalam proyek eksplorasi dan produksi hidrokarbon di Myanmar. Pernyataan ini disampaikan Putin usai pertemuan bilateral dengan Pemimpin Myanmar Min Aung Hlaing.
Dalam konferensi pers bersama, Putin menegaskan bahwa sektor energi kini menjadi pilar utama dalam hubungan kerja sama kedua negara. Rusia dan Myanmar tengah mempertimbangkan rencana pembangunan bersama pembangkit listrik serta kilang minyak yang berlokasi di wilayah selatan Myanmar. “Terdapat prospek yang sangat baik untuk mengatur ekspor gas alam cair (LNG) dari Myanmar. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri, tetapi juga sebagai pasokan transit ke negara-negara tetangga,” ujar Putin.
Selain proyek energi, kedua pihak sedang menggarap sejumlah proyek bersama berskala besar dan telah menyepakati serangkaian perjanjian antarpemerintah maupun komersial. Kerja sama di bidang ekonomi menjadi salah satu prioritas utama yang terus didorong oleh Rusia dan Naypyidaw.
Pembangunan Pelabuhan hingga Kerja Sama Militer
Tak hanya berfokus pada sektor migas, Putin mengungkapkan kedua negara sedang membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar. Pelabuhan ini dirancang agar mampu menampung kapal-kapal kargo maupun tanker berukuran besar.
Di sisi lain, pemimpin Rusia tersebut juga menyoroti makin eratnya hubungan di bidang militer dan teknis militer. “Latihan angkatan laut bilateral secara rutin terus digelar di perairan lepas pantai Myanmar. Kapal-kapal perang milik angkatan laut Rusia juga secara berkala melakukan kunjungan resmi ke pelabuhan-pelabuhan di Myanmar,” tutur Putin.
Sebagai penutup dari rangkaian kunjungan resmi Min Aung Hlaing ke Rusia, kedua negara resmi menandatangani deklarasi bersama untuk menentang sanksi internasional serta berkomitmen memitigasi dampak negatifnya. Selain itu, Rusia dan Naypyidaw juga menyepakati nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama strategis di bidang industri elektronik dan teknologi digital.
Sinergi yang kian erat antara Rusia dan Myanmar merupakan cerminan dari dinamika geopolitik global saat ini, di mana kedua negara sama-sama menghadapi tekanan dan sanksi ekonomi dari negara-negara Barat. Bagi Rusia, kemitraan dengan Myanmar membuka peluang ekspansi investasi dan pasar baru untuk teknologi serta energi di kawasan Asia Tenggara, terutama di tengah pembatasan perdagangan dengan Eropa. Sementara bagi Myanmar, dukungan strategis dari Rusia memberikan angin segar di bidang ketahanan energi, modernisasi infrastruktur, dan peralatan militer.
Rencana pembangunan pelabuhan laut dalam dan kilang minyak di selatan Myanmar tidak hanya berpotensi memperkuat posisi Naypyidaw sebagai hub energi regional, tetapi juga mempertegas posisi Rusia sebagai mitra kunci di kawasan Pasifik dan Asia Selatan.
Ikuti DailyFX.ID
