DailyFX.ID — JAKARTA – Terjadi transaksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga di bawah Rp 50, yang dikenal sebagai harga ‘gocap’. Transaksi ini terjadi di tengah harga saham GOTO yang stagnan di Rp 50 di pasar reguler.
Pada perdagangan Kamis (20/8/2026), data RTI mencatat setidaknya 23.648.562 lot saham GOTO diperdagangkan di pasar negosiasi BEI pada harga Rp 21 per saham. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 49,7 miliar.
Sementara itu, saham GOTO di pasar reguler terpantau stabil di Rp 50 menjelang jeda siang. Volume perdagangan tercatat hanya 5,56 juta saham dengan frekuensi 564 kali, menghasilkan nilai transaksi Rp 277,84 juta. Antrean jual di harga Rp 50 membeludak mencapai 378.886.529 lot saham, dengan nilai sekitar Rp 1,89 triliun.
Sebelumnya, emiten teknologi ini menegaskan bahwa perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang positif selama dua kuartal berturut-turut, dengan laba bersih senilai Rp 607,48 miliar pada semester I-2026. Keputusan MSCI Inc yang mengeluarkan GOTO dari indeks sahamnya dinilai murni bersifat teknis.
Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, menyatakan bahwa eksklusi GOTO dari indeks MSCI merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi pemegang saham. “Kami memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GOTO dari indeks sahamnya, dan kami menyadari bahwa ini merupakan kabar yang kurang menyenangkan bagi banyak pemegang saham kami,” ujar Audrey mengutip Antara, Kamis (13/8/2026).
Audrey memastikan bahwa GoTo akan terus menjalin komunikasi dengan MSCI Inc dan tetap fokus pada pengelolaan bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham. “Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” tambahnya.
Sepanjang semester I-2026, GOTO membukukan laba bersih Rp 607,48 miliar, berbanding terbalik dengan rugi bersih Rp 580,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat mencapai Rp 1 triliun untuk pertama kalinya, dan perseroan tetap berada pada jalur untuk mencapai pedoman kinerja tahunan dengan EBITDA Grup yang disesuaikan Rp 3,2-3,4 triliun.
Laba bersih tersebut ditopang oleh pendapatan bersih yang mencapai Rp10,99 triliun pada semester I-2026, tumbuh 28,45 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Meskipun pendapatan tumbuh, biaya dan beban perseroan juga meningkat 16,87 persen menjadi Rp 10,21 triliun pada semester I-2026.
Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp 47,47 triliun per 30 Juni 2026, dengan total liabilitas dan ekuitas kumulatif juga Rp 47,47 triliun pada tanggal yang sama.
Perlu diketahui, melalui MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review, MSCI mengeluarkan dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Perubahan ini akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan BEI pada 31 Agustus 2026, dan resmi berlaku pada 1 September 2026.
Ikuti DailyFX.ID
