— JAKARTA – Rencana PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) untuk membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp4,5 triliun disambut baik oleh Institusi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo). Proyek ini dianggap sebagai kesempatan emas untuk menguji dan membuktikan kapabilitas industri galangan kapal nasional dalam membangun kapal penumpang modern yang memenuhi standar internasional.

Momentum ini semakin relevan mengingat pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan yang menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia pada kapal berbendera asing untuk pengangkutan barang, yang mencapai sekitar 95 persen. Ketua Umum Iperindo, Anita Puji Utami, menekankan bahwa proyek tiga kapal baru PELNI harus menjadi implementasi nyata dari arahan presiden tersebut.

“Proyek tiga kapal baru PELNI harus menjadi momentum untuk menguji sekaligus membuktikan kemampuan galangan kapal nasional,” ujar Anita dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/08/2026). Ia menambahkan bahwa Indonesia seharusnya tidak hanya mampu mengoperasikan kapal, tetapi juga mampu membangun kapal-kapal modern yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar internasional.

Anita menjelaskan bahwa meskipun perusahaan desain kapal dari Italia telah ditunjuk, hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi pembangunan kapal di Indonesia. Dalam praktik industri perkapalan global, penyedia desain kapal dan galangan pembangun kapal merupakan entitas yang berbeda. Selama spesifikasi teknis, standar keselamatan, dan persyaratan klasifikasi internasional terpenuhi, pembangunan kapal dapat dilaksanakan oleh galangan nasional.

Iperindo berharap Danantara, sebagai pemegang saham strategis BUMN, dapat memastikan proyek pembangunan tiga kapal PELNI memberikan dampak nyata dalam penguatan industri maritim nasional. Langkah ini juga sejalan dengan arahan presiden untuk memperkuat armada nasional dan mengurangi ketergantungan pada kapal asing.

“Iperindo bersama seluruh anggota akan mengerahkan segenap jiwa dan raga untuk mendukung keberhasilan pembangunan tiga kapal baru PELNI di Indonesia. Kami berkomitmen agar proyek ini terlaksana dengan sukses, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat anggaran. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan industri galangan kapal Indonesia kepada bangsa sendiri,” tegas Anita.

Ia menambahkan bahwa sejumlah galangan kapal nasional telah menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi. “Industri galangan kapal nasional saat ini memiliki kapasitas membangun hingga sekitar 1.200 unit kapal per tahun, didukung fasilitas reparasi sekitar 36.000 dock space, serta jaringan industri penunjang yang mampu memproduksi pelat baja, pipa, kabel, cat, mesin diesel, genset, pompa, crane, sistem kelistrikan, hingga berbagai perlengkapan kapal,” tutupnya.