DailyFX.ID — Sebanyak 10 desa di Kabupaten Luwu kini resmi menyandang status Desa Tangguh Bencana (Destana). Pengukuhan ini dilakukan langsung oleh Bupati Luwu H. Patahudding pada Minggu (20/9) di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong. Dari jumlah tersebut, enam desa mendapatkan pendampingan khusus melalui program Destana yang merupakan kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).
Keenam desa yang menerima pendampingan ini meliputi Desa Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla, dan Kadundung yang berlokasi di Kecamatan Latimojong. Satu desa lainnya adalah Desa Bonelemo di Kecamatan Bajo Barat. Sementara itu, empat desa lainnya yang juga resmi menjadi Destana tanpa pendampingan khusus dari kemitraan ini adalah Desa Karangkarangan, Lengkong, dan Padang Kalua di Kecamatan Bua, serta Desa Bosso Timur di Kecamatan Walenrang Utara.
Pendampingan yang diberikan oleh MDA dan UNCP ini merupakan bagian integral dari upaya bersama untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Luwu. Inisiatif ini juga menjadi implementasi dari pilar Program Jaga Desa MDA, yaitu Jaga Keselamatan Desa, yang lahir dari aspirasi masyarakat melalui FORDES MATAPPA.
Dalam pelaksanaan program ini, BPBD Kabupaten Luwu memegang peran sebagai sektor utama. Dukungan dari MDA dan PUSPENA UNCP meliputi pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat. Kolaborasi ini juga melahirkan WebGIS Destana, sebuah sistem informasi geospasial berbasis web yang menyajikan data kejadian, potensi, serta titik rawan bencana untuk menunjang upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
Acara pengukuhan Destana turut diramaikan dengan simulasi penanggulangan bencana. Simulasi ini melibatkan partisipasi aktif dari BPBD Kabupaten Luwu, anggota Destana yang baru dikukuhkan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Emergency Response Team (ERT) MDA.
Bupati Luwu H. Patahudding menyambut baik dan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya kerja sama ini dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. “Alhamdulillah, dengan hadirnya MDA dan Universitas Cokroaminoto untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, kita menghasilkan beberapa program yang bisa memitigasi bencana yang telah terjadi maupun yang akan terjadi. Mudah-mudahan bencana tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Bupati Patahudding menambahkan bahwa pengalaman menghadapi bencana pada tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Latimojong, untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia berharap program Destana dapat terus diperluas jangkauannya, baik di wilayah lingkar tambang maupun area lain di Kabupaten Luwu.
Direktur Human Capital and Corporate Service MDA, Muhammad Suhada, menyatakan bahwa pendampingan Destana merupakan wujud komitmen MDA dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Luwu melalui BPBD. Tujuannya adalah untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi risiko bencana. “Ketangguhan menghadapi bencana harus dibangun sebelum bencana terjadi. Karena itu, yang kami dorong bukan hanya kesiapan menghadapi kondisi darurat, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali serta mengelola risiko di wilayahnya. Melalui kolaborasi dengan BPBD, PUSPENA UNCP, FORDES MATAPPA dan masyarakat desa, kami berharap kapasitas yang telah dibangun dapat terus diperkuat,” jelas Suhada.
Sementara itu, Ketua PUSPENA UNCP, Ichwan Muis, mengungkapkan bahwa pendampingan Destana dirancang agar masyarakat semakin mahir dalam memahami risiko bencana dan membangun kesiapsiagaan secara mandiri. “Masyarakat didorong untuk mampu mengenali potensi dan risiko bencana di wilayahnya, memahami langkah mitigasi, serta memiliki kapasitas untuk merespons kondisi darurat. WebGIS Destana juga menjadi bagian dari upaya menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah desa untuk mendukung kesiapsiagaan berbasis kondisi wilayah,” pungkas Ichwan.
Pengukuhan sepuluh desa ini, khususnya enam desa yang mendapat pendampingan, menjadi bukti sinergi antara Pemkab Luwu, BPBD, MDA, PUSPENA UNCP, dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa secara berkelanjutan.
Ikuti DailyFX.ID
