— Membangun lingkungan yang inklusif membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran. Diperlukan kesempatan bagi setiap individu untuk berpartisipasi, berkarya, dan berkontribusi sesuai talenta yang dimiliki. Kebutuhan ini masih sangat relevan di Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 yang dipublikasikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pada 2025 menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 17,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Namun, tingkat partisipasi kerja mereka masih tergolong rendah, yaitu 23,94%.

Menjawab tantangan tersebut, Great Eastern Life Indonesia meluncurkan The Great Ambassador Project: CETAR (Cause Everyone Is Talented and Reliable) for People with Disabilities. Program ini merupakan bagian dari GREAT Comfund 2026 yang bekerja sama dengan Precious One. CETAR dirancang sebagai platform bagi karyawan untuk meningkatkan pemahaman mengenai disabilitas, membangun komunikasi yang inklusif, serta menciptakan kolaborasi yang membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya.

Inisiatif ini juga menjadi bukti nyata upaya Great Eastern Life Indonesia dalam mengintegrasikan inklusi sosial dan keberlanjutan lingkungan melalui aksi konkret. International Labour Organization (ILO) pada 2026 menekankan bahwa meskipun Indonesia telah memperkuat kerangka hukum dan kebijakan terkait inklusi penyandang disabilitas dalam ketenagakerjaan, penerjemahan komitmen tersebut menjadi hasil nyata di pasar kerja masih menghadapi tantangan.

ILO menekankan pentingnya pendekatan yang tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah, perusahaan, pekerja, serta organisasi penyandang disabilitas. Kebutuhan untuk memperluas akses dan kesempatan bagi penyandang disabilitas masih menjadi prioritas.

Momentum program CETAR juga bertepatan dengan International Week of Deaf People pada 21–27 September 2026 dan International Day of Sign Languages pada 23 September, yang tahun ini mengangkat tema “Declaring Deaf People’s Human Rights.”

Melalui sesi “Aku Sahabat Disabilitas” yang dipandu oleh Ratnawati Sutedjo, Founder Precious One, karyawan Great Eastern Life Indonesia mendapatkan pemahaman mendalam mengenai ragam disabilitas. Mereka juga diajarkan cara berinteraksi secara inklusif dan diperkenalkan pada dasar-dasar bahasa isyarat oleh teman Tuli dari Precious One.

Semangat inklusivitas kemudian diterjemahkan dalam sebuah lokakarya upcycling. Dalam kegiatan ini, kain batik dari seragam lama Great Eastern Life Indonesia diolah kembali menjadi produk pouch bersama teman-teman disabilitas dari Precious One. Aktivitas ini secara simultan memberdayakan talenta penyandang disabilitas dan memberikan fungsi baru pada material yang sudah tidak terpakai, menunjukkan dua dimensi keberlanjutan sekaligus.

“Inklusivitas tumbuh ketika kita mau memahami, berkomunikasi secara setara, dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk menunjukkan kemampuannya. Melalui CETAR, kami ingin membawa pemahaman tersebut menjadi kolaborasi nyata—sekaligus menunjukkan bahwa sustainability dapat dimulai dari hal yang dekat dengan kita, melalui pemberdayaan manusia dan pemanfaatan kembali apa yang kita miliki,” ujar Roy Hendrata Gozalie, Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia.

Dalam proses kolaborasi ini, setiap individu berkontribusi sesuai keahliannya, mulai dari desain dan ilustrasi, pengolahan material, menjahit, hingga kontrol kualitas. Setiap karya yang dihasilkan tidak hanya memiliki fungsi baru, tetapi juga membawa cerita tentang talenta, kolaborasi, dan kesempatan.

CETAR menjadi langkah awal bagi Great Eastern Life Indonesia dan Precious One untuk mengembangkan kolaborasi yang berkelanjutan. Potensi pelibatan teman-teman disabilitas dalam pembuatan suvenir dan merchandise perusahaan dengan memanfaatkan material yang dapat digunakan kembali juga terus dijajaki.

Melalui GREAT Comfund, Great Eastern Life Indonesia terus mendorong karyawan untuk menjadi agen perubahan melalui aksi yang berdampak sosial dan lingkungan. CETAR membuktikan bahwa keberlanjutan dapat diwujudkan secara bersamaan—memberdayakan manusia, memperpanjang siklus material, dan menciptakan nilai baru melalui kolaborasi.

Peluncuran CETAR sekaligus menandai dimulainya kolaborasi strategis antara Great Eastern Life Indonesia dan Precious One untuk memperluas ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Sejalan dengan semangat Great Everyday Together, Great Eastern Life Indonesia meyakini bahwa ketika setiap individu diberi ruang untuk berkontribusi, setiap talenta dapat menciptakan nilai dan setiap langkah dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.

PT Great Eastern Life Indonesia merupakan bagian dari Great Eastern Holdings Limited, grup asuransi jiwa yang telah berpengalaman sejak 1908. Perusahaan ini hadir di Indonesia sejak 1996 dan berizin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Great Eastern Life Indonesia menyediakan beragam produk asuransi untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan kekayaan, perlindungan keluarga, kesehatan, hingga perencanaan pensiun dan pendidikan anak.

Sebagai bagian dari Konglomerasi Keuangan OCBC Group di Indonesia, Great Eastern Life Indonesia mendukung ekosistem layanan keuangan terintegrasi melalui solusi perlindungan dan peningkatan pengalaman nasabah. Perusahaan ini telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Life Insurance Market Leaders Award 2026 dan Insurance Asia Awards 2026 untuk kategori New Insurance Product of the Year – Indonesia dan Digital Transformation Initiative of the Year – Indonesia.