— Lima berita ekonomi paling populer hingga Jumat (11/9/2026) mencakup berbagai topik penting di dunia investasi dan keuangan. Berita-berita ini menjadi sorotan karena relevansinya dengan kondisi pasar dan kinerja perusahaan.

Optimisme Pemilik ACES di Tengah Persaingan

PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), pemilik brand Azko, menyatakan fokus pada peningkatan daya saing pasca kembalinya Ace Hardware ke pasar Indonesia. Direktur ACES, Gregory S. Widjaja, mengungkapkan bahwa perusahaan yang telah beroperasi selama 31 tahun ini terbiasa menghadapi persaingan usaha. Perusahaan juga menekankan pentingnya kualitas produk, harga yang kompetitif, kompetensi sumber daya manusia, serta kualitas layanan purnajual.

Harga Emas Perhiasan Tetap Stabil

Pada Jumat (11/9/2026), harga emas perhiasan berbagai kadar terpantau stabil di beberapa pedagang besar seperti Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadinata Abadi (HRTA). Bagi calon pembeli maupun investor, disarankan untuk terus memantau pergerakan harga emas perhiasan agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam membeli atau menjual. Informasi rinci mengenai harga emas perhiasan dari berbagai sumber dapat diperiksa untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Emiten Prajogo Pangestu Tingkatkan Skor ESG

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, berhasil meningkatkan skor S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2026 menjadi 66, naik dari skor 52 pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat transparansi dan kualitas pengungkapan informasi terkait praktik Environmental, Social, and Governance (ESG). Penguatan pengungkapan praktik ESG merupakan komponen penting dalam metodologi penilaian S&P Global CSA.

Saham BBCA Dihantam Net Sell Asing

Perdagangan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Kamis (10/9/2026) kembali diwarnai aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp 549,72 miliar. Akibatnya, harga saham BBCA melemah 1,53% ke level Rp 6.425. Perdagangan saham ini sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga mengalami pelemahan. Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa pelemahan bursa Asia secara umum dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak Brent dan kekhawatiran inflasi.

BEI Soroti Akuisisi Bumi Resources (BUMI)

Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terkait aksi akuisisi perusahaan tambang di Australia, Loyal Metals Ltd (LM). Bumi Resources sendiri merupakan emiten yang tergabung dalam Grup Bakrie dan Salim. Salah satu poin penting yang ditanyakan BEI adalah mengenai nilai transaksi akuisisi. Direktur Bumi Resources, RA Sri Dharmayanti, menjelaskan bahwa nilai transaksi akuisisi LM mencapai AUD 79.069.731,75, yang setara dengan Rp 1.004.742.244.136,50 berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada 1 September 2026.