— JAKARTA – Kemampuan coding dan kecerdasan artifisial (AI) kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjelma menjadi kompetensi krusial untuk masa depan.

Menyadari urgensi ini, Acer Indonesia menyelenggarakan Acer Edu Tech 2026 di Surabaya. Acara ini mengangkat tema “Coding dan AI Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan” sebagai forum kolaborasi tahunan yang mempertemukan praktisi pendidikan, akademisi, dan pemangku kepentingan di Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapan sekolah, pendidik, dan siswa dalam menghadapi era transformasi digital.

Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia, menyatakan bahwa menghadirkan teknologi ke dalam kelas saja tidak cukup. Lebih penting lagi adalah memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah.

“Keterampilan coding dan AI menjadi bagian penting dari proses ini karena dapat membantu mempersiapkan pendidik dan siswa bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi. Melalui Acer Edu Tech 2026, kami ingin mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara industri, akademisi, pemerintah, dan komunitas pendidikan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (17/9/2026).

Acer Edu Tech 2026 dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur, termasuk kepala sekolah, guru, pengelola institusi pendidikan, akademisi, serta perwakilan pemerintah. Keberagaman latar belakang peserta membuka peluang pertukaran perspektif mengenai tantangan, kebutuhan, dan praktik penerapan teknologi dalam pembelajaran.

Untuk memperkaya diskusi, acara ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli. Prof. Anita Lie, M.A., Ed.D., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya, memberikan pandangan akademis mengenai transformasi pendidikan melalui coding dan AI. Sementara itu, Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd., Guru Besar Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya, mengulas signifikansi pembelajaran AI dan coding dalam dunia pendidikan.

Para pembicara membahas transformasi menuju sekolah masa depan serta pemanfaatan optimalisasi coding dan AI dalam pembelajaran. Diskusi tidak hanya berfokus pada perkembangan teknologi, tetapi juga kesiapan sekolah, kompetensi pendidik, dan pendekatan pedagogis yang dibutuhkan agar teknologi memberikan dampak positif pada proses belajar.

Melalui rangkaian diskusi ini, peserta memperoleh referensi untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah, menentukan penggunaan teknologi yang tepat, serta merancang pembelajaran berbasis coding dan AI secara lebih terarah. Perspektif dari akademisi, praktisi, dan pengembang kurikulum juga membantu peserta memahami implementasinya dari sisi konsep, kebijakan, hingga praktik di kelas.

Prof. Anita Lie menekankan bahwa sekolah masa depan tidak hanya diukur dari adopsi teknologi. “Sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan tujuan utama pendidikan. Teknologi, termasuk coding dan AI, perlu digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa. Karena itu, transformasi pendidikan harus dimulai dari visi sekolah yang kuat, pendidik yang terus berkembang, dan ekosistem yang mendukung setiap siswa mencapai potensinya,” jelasnya.