DailyFX.ID — Pertumbuhan pesat dalam bisnis ikan hias dan aquascape di Indonesia tidak hanya menciptakan geliat perdagangan ikan, tetapi juga membuka peluang signifikan bagi industri pendukungnya, termasuk produksi akuarium dan berbagai peralatan penunjang. Fenomena ini mendorong para produsen lokal untuk berinovasi dan mengembangkan produk dengan standar yang lebih tinggi, guna memenuhi permintaan pasar yang kian beragam.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa produksi ikan hias Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 1,5 miliar ekor, dengan nilai produksi yang menyentuh angka Rp7 triliun. Angka fantastis ini memberikan efek berganda yang meluas ke berbagai sektor, mulai dari bisnis tanaman air, akuarium, aksesori, hingga kelengkapan aquascape.
Perkembangan hobi ini juga turut memicu munculnya berbagai produsen akuarium dalam negeri. Salah satunya adalah Rumah Mayin, yang melalui fasilitas produksinya di Tangerang, telah mengembangkan produk akuarium inovatif bernama 3Pawns.
Marketing Manager Rumah Mayin, Alysha Gardiola, menjelaskan bahwa perkembangan hobi ikan hias secara langsung menciptakan kebutuhan akan berbagai perlengkapan pendukung. “Ketika hobi ini berkembang, permintaan bukan hanya datang dari ikan, tetapi juga dari equipment atau peralatan pendukungnya,” ujar Alysha dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Alysha, kondisi pasar saat ini menjadi peluang emas bagi produsen lokal untuk menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Salah satu tantangan yang dihadapi industri akuarium dalam negeri adalah masih adanya dominasi produk impor di pasar Indonesia. Data pengiriman produk akuarium dengan kode HSN 7020 ke Indonesia menunjukkan adanya sekitar 150 pengiriman selama periode Juni 2024 hingga Mei 2025, yang sebagian besar berasal dari China. Salah satu transaksi tercatat mencakup 15.000 unit tangki akuarium berukuran 40 sentimeter.
Industri Akuarium Lokal Mulai Bertumbuh
Di tengah persaingan dengan produk impor, Alysha menekankan bahwa pengembangan manufaktur lokal menjadi kunci untuk memperkuat rantai pasok industri akuarium di dalam negeri. Fasilitas produksi Rumah Mayin di Tangerang saat ini memiliki kapasitas sekitar 100 akuarium per bulan dan masih memiliki potensi untuk ditingkatkan.
“Produk 3Pawns dikembangkan dengan sejumlah material yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas akuarium, seperti kaca optic clear, aluminium ekstrusi antikarat, serta silikon sebagai bahan penyegel,” jelas Alysha.
Pengembangan produksi lokal ini, lanjut Alysha, menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan ekosistem ikan hias mulai menciptakan pasar yang lebih luas di luar komoditas ikan itu sendiri. Industri pendukung seperti akuarium dan perlengkapannya berpotensi untuk terus berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penghobi dan pelaku usaha.
Rumah Mayin juga melihat peluang besar untuk memperluas distribusi produknya ke pasar domestik dan bahkan menjajaki kemungkinan ekspansi ke pasar internasional. “Dengan kapasitas produksi yang dapat ditingkatkan, industri akuarium lokal berpeluang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, tetapi juga membangun kemampuan manufaktur untuk bersaing di pasar global,” tutupnya.
Ikuti DailyFX.ID
