— PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah menyelesaikan transaksi strategis dengan PT Sarana Global Indonesia (SGI), memperkuat posisinya di sektor infrastruktur digital. Melalui penyertaan modal, INET kini menggenggam 60% saham SGI, menjadikannya entitas anak dan pemegang saham mayoritas.

Transaksi senilai Rp 280,4 miliar ini secara resmi mengukuhkan SGI sebagai anak usaha INET. Langkah ini memperluas cakupan bisnis INET ke sektor rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut yang vital untuk serat optik dan kabel listrik.

Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Sarana Global Indonesia Nomor 2 tertanggal 15 September 2026, SGI menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp 12 miliar menjadi Rp 50 miliar. Selain itu, modal ditempatkan dan disetor SGI juga bertambah dari Rp 12 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Peningkatan modal ini dilakukan melalui penerbitan 180.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 100.000 per saham. Seluruh saham baru tersebut diambil bagian dan disetor oleh INET. Nilai nominal saham baru mencapai Rp 18 miliar, sementara total nilai transaksi mencapai Rp 280,4 miliar.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian integral dari pengembangan bisnis perseroan melalui perluasan kegiatan usaha SGI. “Setelah transaksi, selisih antara nilai transaksi dan nilai nominal saham dicatat sebagai agio saham,” ungkap Arif dalam keterangan resminya pada Kamis (17/9/2026).

SGI memiliki rekam jejak dalam berbagai kegiatan usaha, termasuk konstruksi sentral telekomunikasi, jaringan transmisi dan distribusi kabel telekomunikasi di permukaan, bawah tanah, maupun bawah air. Portofolio SGI juga mencakup aktivitas telekomunikasi berbasis kabel laut, pemasangan jaringan listrik, konstruksi sipil untuk industri minyak dan gas bumi, serta penyediaan jasa akses internet.

Arif menegaskan, integrasi SGI sebagai entitas anak akan semakin memperkuat posisi grup INET dalam lanskap infrastruktur konektivitas. “Kegiatan usaha SGI saat ini difokuskan pada rekayasa, pengadaan, konstruksi (EPC), dan pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk serat optik dan kabel listrik,” jelasnya.

Dengan pengambilalihan 60% saham SGI, INET kini memiliki akses langsung ke bisnis pendukung infrastruktur telekomunikasi dan jaringan kabel bawah laut, yang merupakan elemen krusial dalam pengembangan ekosistem konektivitas masa depan.