DailyFX.ID — JAKARTA – Pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dalam perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin, 14 September 2026, diprediksi akan membawa dampak pelemahan lebih lanjut pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
Sebelum pengumuman reshuffle kabinet, nilai tukar rupiah tercatat melemah 58 poin atau 0,33% ke posisi Rp 17.669 per dolar Amerika Serikat. Angka ini merupakan pelemahan dari penutupan sebelumnya yang berada di Rp 17.611 per dolar AS.
Sementara itu, IHSG juga mengalami penurunan signifikan. Pada penutupan sesi I perdagangan Senin (14/9/2026), indeks acuan bursa saham nasional ini anjlok 111,50 poin atau 1,7% ke level 6.429.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pergerakan pasar saham dan mata uang domestik diantisipasi akan terus melemah.
“Reshuffle yang terjadi secara mendadak ini akan berpengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan, jika sekarang ditutup sedikit lebih bagus ada kemungkinan pada pembukaan perdagangan besok pagi mengalami pelemahan, bersamaan dengan mata uang rupiah,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya pada Senin (14/9/2026).
Menurut Ibrahim, salah satu faktor utama yang memicu pelemahan rupiah dan IHSG adalah munculnya ketidakpastian fiskal seiring dengan pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan.
“Kita melihat bahwa pergantian Menteri Keuangan secara mendadak dari Purbaya memicu kekhawatiran pelaku pasar, termasuk investor asing mengenai kesinambungan kebijakan anggaran pemerintah ke depan, salah satunya terkait defisit anggaran dan minyak mentah,” katanya.
Ibrahim menambahkan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengkritik kebijakan anggaran yang dijalankan oleh MBG dan Koperasi Merah Putih, serta menginginkan adanya penurunan anggaran. “Di sisi lain, Purbaya juga sedikit mengkritik kebijakan (anggaran) MBG ya dan Koperasi Merah Putih dan menginginkan anggaran adanya penurunan,” tutur Ibrahim.
Ikuti DailyFX.ID
