— BEIJING – AiMOGA Robotics, perusahaan robotik yang memiliki kaitan erat dengan Chery Automobile, sedang dalam tahap penjajakan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Langkah ini diambil seiring dengan upaya perusahaan untuk memperluas pasar internasional di tengah lanskap industri robot humanoid China yang kian kompetitif.

Presiden Chery International sekaligus Kepala AiMOGA, Zhang Guibing, menyatakan bahwa perusahaan sedang dalam proses persiapan awal dan berdiskusi mengenai berbagai kemungkinan lokasi pencatatan saham. “Kami sedang melakukan persiapan yang relevan saat ini dan sedang berdiskusi dengan beberapa lokasi IPO,” ungkapnya, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat (21/08/2026).

Zhang menambahkan bahwa pencatatan saham di bursa dapat membuka akses pendanaan yang krusial untuk investasi teknologi di masa depan. Selain itu, IPO juga diharapkan dapat meningkatkan tata kelola perusahaan, transparansi, serta standar operasional. Meskipun demikian, AiMOGA dalam pernyataan resminya pada Jumat lalu menegaskan bahwa belum ada langkah substantif yang diambil menuju pelaksanaan IPO. Berdasarkan data platform korporasi China Tianyancha, Chery saat ini memegang hampir 77% saham AiMOGA.

Rencana IPO ini muncul di saat minat investor terhadap industri robotik China menunjukkan peningkatan signifikan. Persaingan di sektor robot humanoid pun semakin memanas dengan masuknya investasi dari produsen otomotif dan perusahaan teknologi terkemuka.

AiMOGA sendiri menargetkan pengiriman sekitar 10.000 unit robot secara global pada tahun mendatang. Sejak dikembangkan oleh Chery pada Januari 2025, perusahaan telah berhasil mengirimkan lebih dari 3.000 robot, dengan sekitar 2.000 unit di antaranya telah dipasarkan ke luar negeri. Produk AiMOGA dilaporkan telah menjangkau lebih dari 60 negara dan wilayah di seluruh dunia. Robot layanan dan robot pendamping menjadi fokus utama strategi ekspansi awal perusahaan di pasar internasional.

Zhang juga menyampaikan ambisi perusahaan untuk melayani pasar global. Namun, ekspansi ke berbagai negara menuntut penyesuaian terhadap regulasi lokal serta pemenuhan kebutuhan spesifik konsumen di setiap pasar.

Awalnya, AiMOGA mengembangkan robot humanoid berkaki dua yang dirancang untuk digunakan di jaringan diler Chery. Penggunaannya kemudian diperluas ke sektor pelayanan publik.

Pada awal tahun ini, perusahaan memperkenalkan robot humanoid yang difungsikan untuk membantu kepolisian. Sebanyak 110 unit telah ditempatkan di berbagai kota di China untuk mendukung pengaturan lalu lintas, pengarahan kerumunan, dan kampanye keselamatan publik.

Menurut Zhang, pengaturan lalu lintas merupakan salah satu potensi penggunaan yang signifikan. Hal ini mengingat petugas kepolisian seringkali bekerja dalam kondisi yang menantang, termasuk cuaca ekstrem, polusi kendaraan, dan risiko kecelakaan. Ia menilai bahwa penggunaan robot dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja di berbagai jenis pekerjaan. Kebutuhan serupa diprediksi akan lebih besar di kawasan seperti Timur Tengah dan Asia Tenggara yang kerap menghadapi suhu tinggi maupun curah hujan besar.

Persaingan Biaya Kian Sengit

Perkembangan industri robotik di China dinilai memiliki kemiripan dengan sektor kendaraan listrik beberapa tahun lalu, di mana banyak pemain baru bermunculan dan persaingan meningkat dengan cepat. Zhang memperkirakan bahwa konsolidasi industri akan terjadi seiring berjalannya waktu, yang pada akhirnya dapat memperkuat basis teknologi sektor robotik.

Namun, tantangan dari sisi biaya diperkirakan akan tetap menjadi isu krusial. “Persaingan, khususnya dalam hal biaya, kemungkinan akan berlangsung sengit,” ucapnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen otomotif China semakin gencar berinvestasi pada robot humanoid. Mereka memanfaatkan perkembangan pesat dalam kecerdasan buatan, sistem otonom, dan kapabilitas manufaktur yang dimiliki. Chery menjadi salah satu perusahaan otomotif yang melakukan diversifikasi ke bidang ini, sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi AI dan otomasi di luar bisnis kendaraan utamanya.

Meskipun prospek pasar robot humanoid dinilai sangat besar, Zhang memperkirakan adopsi secara luas masih membutuhkan waktu. “Robot humanoid mungkin membutuhkan waktu sekitar satu dekade untuk mencapai kematangan sebelum kemudian mengalami adopsi secara cepat,” tuturnya.