— JAKARTA – Akamai mengumumkan peluncuran Akamai Workforce Protector, sebuah solusi keamanan interaksi yang dirancang khusus untuk era kecerdasan buatan (AI). Solusi ini berfungsi sebagai lapisan keamanan tambahan dalam platform Akamai yang sudah ada, yang sebelumnya berfokus pada perlindungan aplikasi, API, dan infrastruktur.

Workforce Protector diklaim menghadirkan visibilitas menyeluruh terhadap penggunaan AI, kontrol yang lebih baik atas interaksi karyawan dengan teknologi AI, kemampuan peramban perusahaan yang aman, serta pencegahan kehilangan data secara real-time. Solusi baru ini juga terintegrasi secara native dengan solusi akses privat global yang ditawarkan oleh Akamai.

“Akamai Workforce Protector mengatur bagaimana karyawan berinteraksi dengan AI, SaaS, aplikasi web, aplikasi privat, serta data perusahaan tepat di titik interaksi. Peluncuran ini juga menghadirkan kemampuan baru yang memperluas visibilitas terhadap aplikasi AI desktop modern dan alur kerja AI yang terus berkembang,” kata Ofer Wolf, Senior Vice President, General Manager, Enterprise Security di Akamai dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).

Menurut Gartner® Market Guide for Secure Enterprise Browser, diperkirakan pada tahun 2028, sebanyak 25% organisasi akan melengkapi solusi akses jarak jauh aman yang sudah ada dengan menerapkan setidaknya satu teknologi peramban perusahaan yang aman. Angka ini meningkat dari sekitar 10% pada saat ini.

Workforce Protector memungkinkan perusahaan untuk menjalankan berbagai fungsi keamanan penting yang sebelumnya dinilai terlalu rumit atau mengganggu operasional. Fungsi tersebut meliputi tata kelola AI secara real-time, di mana solusi ini dapat mengidentifikasi penggunaan ‘shadow AI’, mengatur interaksi karyawan dengan berbagai alat AI, serta menerapkan kebijakan adaptif langsung di dalam sesi peramban.

Selanjutnya, solusi ini menawarkan penerapan tanpa mengganggu pengguna. Kontrol keamanan dapat diterapkan secara instan tanpa menimbulkan hambatan berarti bagi pengguna. Pengguna tidak perlu berpindah peramban, dan organisasi tidak perlu merancang ulang arsitektur jaringan mereka.

Aspek perlindungan data secara real-time juga menjadi fokus utama. Solusi ini mencegah kehilangan data penting pada saat interaksi terjadi, dengan menghentikan data sensitif agar tidak diunggah ke model AI yang tidak berwenang maupun diunduh dari aplikasi perusahaan ke perangkat karyawan.

Mengapa Keamanan Interaksi Penting

Pekerjaan di perusahaan modern tidak lagi terbatas pada aset tetap atau lokasi fisik. Sebaliknya, pekerjaan kini berlangsung sebagai rangkaian interaksi yang berkelanjutan, seperti ketika karyawan membuka aplikasi SaaS, agen AI memanggil API, atau beban kerja mengakses jaringan internal.

Model keamanan konvensional yang dirancang berdasarkan zona dan perimeter berasumsi bahwa aset-aset tersebut tetap berada di tempatnya. Keamanan interaksi mengubah paradigma tersebut dengan memastikan perlindungan mengikuti alur kerja, sehingga keamanan diterapkan langsung pada titik interaksi di tiga domain utama: tenaga kerja, aplikasi/API, dan infrastruktur.

Dengan pendekatan ini, organisasi dapat mempercepat adopsi AI di seluruh perusahaan secara aman dengan mengurangi risiko kebocoran data dan risiko tata kelola tepat pada titik interaksi.

“Pekerjaan adalah aliran koneksi digital yang tak henti-hentinya,” ujar Ofer Wol. “Dengan Akamai Workforce Protector, kami memastikan keamanan mengikuti karyawan dan agen AI yang mereka gunakan ke mana pun mereka bekerja, bukan sekadar melindungi gedung kantor. Kami ingin memberikan jaring pengaman yang dibutuhkan perusahaan agar dapat mengadopsi AI dengan percaya diri, tanpa memperlambat produktivitas tim maupun memaksa pengguna mengubah cara mereka bekerja,” lanjutnya.

Workforce Protector melengkapi investasi keamanan yang telah dimiliki organisasi dengan menutup berbagai celah yang masih ditinggalkan oleh solusi konvensional, seperti Security Service Edge (SSE), Cloud Access Security Broker (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP). Solusi ini terintegrasi secara mulus dengan portofolio keamanan Akamai yang lebih luas, memungkinkan perusahaan mengelola keamanan tenaga kerja, aplikasi, dan infrastruktur dalam satu visi terpadu dengan performa serta keandalan yang optimal.

Workforce Protector juga memanfaatkan jaringan terdistribusi Akamai yang luas, sehingga perusahaan beserta penggunanya dapat terhubung dengan aplikasi dan infrastrukturnya secara lancar dari mana saja dan kapan saja.