— PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) akan memperkuat armada lautnya melalui salah satu entitas anak, PT Beruang Maritim Indonesia (BMI). Langkah ini diambil seiring dengan upaya perseroan untuk berekspansi ke sektor transportasi laut.

Untuk mendanai pembelian kapal tersebut, WBSA akan memanfaatkan fasilitas pinjaman dari bank. Menariknya, pengendali perseroan secara langsung bertindak sebagai penjamin dalam penarikan fasilitas pinjaman yang dilakukan oleh PT BMI dari PT Bank OCBC NISP Tbk (Bank OCBC).

Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo, dalam pengumuman resmi kepada Bursa Efek Indonesia pada Selasa (15/9/2026) menjelaskan, “Pada 14 September 2026, PT BMI telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan Bank OCBC berupa fasilitas pinjaman berjangka sebesar Rp75 miliar dengan jangka waktu 60 bulan.”

Sebagai agunan untuk pinjaman tersebut, WBSA menjaminkan lima set kapal milik PT BMI. Aset yang dijaminkan terdiri dari lima tug boat dan lima barge, yang proses penjaminannya akan dilaksanakan paling lambat tiga bulan setelah setiap penarikan pinjaman.

Selain itu, Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd., yang merupakan pengendali WBSA, juga memberikan jaminan korporasi (corporate guarantee) atas transaksi penarikan fasilitas pinjaman jumbo yang dilakukan PT BMI. “Tujuan fasilitas adalah pembelian kapal,” tegas Edwin.

Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material yang dikecualikan sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha. Namun, transaksi ini tidak dianggap sebagai transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan.

Sebelumnya, WBSA telah melakukan akuisisi 191.250 saham atau 99,99% kepemilikan di PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), sebuah perusahaan jasa pelayaran. Akuisisi ini dilakukan dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL) dengan nilai transaksi mencapai Rp215 miliar.

BIL merupakan perusahaan induk (holding) dari PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yang bergerak di bidang pelayaran (marine shipping). Bagi WBSA, yang menawarkan jasa logistik multimoda, akuisisi BIL dinilai selaras dengan arah pengembangan bisnis pelayaran jangka panjang perseroan.

Menariknya, BNL sebagai penjual memiliki penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) yang sama dengan WBSA, yaitu Andree dan Edwin Wibowo. Keduanya masing-masing memegang 50% saham BNL. Andree saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama WBSA sekaligus Direktur BNL, sementara Edwin adalah Direktur Utama WBSA sekaligus Komisaris BNL.

Dengan demikian, rencana akuisisi senilai Rp215 miliar ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai definisi dalam Undang-Undang Pasar Modal dan POJK 42/2020. Setelah transaksi akuisisi ini selesai, baik WBSA maupun BIL akan berada di bawah kendali Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd (TBK).

Transaksi akuisisi ini juga merupakan tindak lanjut dari rencana WBSA yang telah diungkapkan dalam prospektus penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2 April 2026. Dana yang digunakan WBSA untuk mengakuisisi saham BIL bersumber dari dana hasil IPO tersebut.