— Alibaba Group mengumumkan langkah ambisius dalam ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI) dengan mengembangkan model generasi baru yang memiliki skala parameter jauh lebih besar. Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan chip AI terbaru, Zhenwu V900.

Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi tahunan Alibaba Cloud, Apsara, di Hangzhou. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan teknologi China untuk mengembangkan alternatif domestik terhadap prosesor AI dari Nvidia, seiring dengan semakin ketatnya pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Alibaba menyatakan bahwa model AI generasi berikutnya akan dikembangkan hingga skala 5 triliun hingga 10 triliun parameter. Angka ini secara signifikan melampaui model andalan perusahaan saat ini, Qwen 3.8 Max, yang memiliki 2,4 triliun parameter.

CEO Alibaba, Eddie Wu, menjelaskan bahwa tim Qwen saat ini sedang melatih Qwen 4, sementara model berikutnya, Qwen 4.5 dan Qwen 5, diperkirakan akan ditingkatkan hingga kisaran 5 triliun hingga 10 triliun parameter. Parameter merupakan salah satu ukuran yang digunakan untuk menggambarkan skala dan kemampuan sebuah model AI, meskipun bukan satu-satunya faktor penentu performa.

Wu menambahkan bahwa model baru tersebut dirancang untuk menangani tugas yang lebih kompleks dan memerlukan proses penalaran dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya Alibaba untuk mengejar sistem AI dengan kemampuan yang semakin tinggi.

“Produk yang benar-benar revolusioner dari era Machine Intelligence belum hadir,” katanya, dikutip Reuters. Wu juga memproyeksikan perkembangan AI yang terus meningkat dalam skala besar. Menurut dia, mesin pada akhirnya dapat menghasilkan kapasitas “berpikir” lebih dari 1.000 kali gabungan seluruh umat manusia, dibandingkan kurang dari 3% saat ini.

Menurut Wu, tim Qwen telah membuat kemajuan dalam pengembangan model yang mampu mengenali kelemahannya sendiri, melakukan eksperimen, serta menghasilkan data pelatihan dengan keterlibatan manusia yang lebih terbatas.

Selain memperbesar model AI, Alibaba memperkenalkan chip Zhenwu V900 yang dikembangkan oleh unit semikonduktor T-Head. Wu mengungkapkan bahwa chip tersebut memiliki performa sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, M890.

Zhenwu V900 juga dapat dihubungkan dalam klaster hingga 500.000 chip untuk melatih dan menjalankan model AI berskala sangat besar. Chip ini ditargetkan memasuki produksi massal dan dirilis secara komersial pada kuartal pertama 2027.

Alibaba sebelumnya telah meluncurkan chip M890 pada Mei 2026. Perusahaan memperkirakan pengiriman chip AI tahunan akan tumbuh signifikan setelah generasi terbaru mulai dipasarkan.

Pengembangan chip ini berlangsung di tengah upaya perusahaan teknologi China untuk mengurangi ketergantungan terhadap semikonduktor buatan luar negeri, khususnya Nvidia, akibat pembatasan ekspor teknologi canggih dari AS. Selain model dan chip, Alibaba juga berupaya memperluas kapasitas infrastrukturnya.

Wu menetapkan target agar kapasitas pusat data global Alibaba Cloud melampaui 20 gigawatt (GW) pada 2032. Menurutnya, permintaan pelanggan terhadap layanan AI saat ini sangat kuat dan turut mendorong pertumbuhan pendapatan Alibaba Cloud. Namun, laju ekspansi masih dibatasi oleh kendala rantai pasok.

“Permintaan industri dalam jangka menengah hingga panjang jauh melampaui kemampuan pasokan kami,” ucapnya.

Alibaba Cloud juga akan mulai mengoperasikan AI supernodes dalam skala komersial pada kuartal ini.

Wu mengibaratkan perkembangan pemrograman berbasis AI saat ini seperti lampu pijar pada era elektrifikasi, yakni aplikasi awal dari teknologi baru, bukan produk revolusioner terakhir yang akan lahir dari perkembangan tersebut.

Pengumuman Alibaba mendapat respons positif dari pasar. Saham perusahaan yang tercatat di bursa Hong Kong naik 5,1% pada perdagangan Selasa dan menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.

Langkah Alibaba memperbesar model, mengembangkan chip sendiri, dan memperluas pusat data menunjukkan strategi perusahaan membangun ekosistem AI secara lebih menyeluruh, mulai dari perangkat lunak hingga infrastruktur komputasi.