— JAKARTA – PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengumumkan perolehan kontrak baru yang signifikan untuk jasa pengeboran lepas pantai (offshore drilling). Kontrak ini diperoleh dari PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan nilai estimasi mencapai US$ 74,3 juta, setara dengan sekitar Rp 1,16 triliun.

Perolehan kontrak baru ini mencakup pengerjaan proyek pengeboran lepas pantai di wilayah Delta Mahakam, Kalimantan Timur. Apexindo Pratama Duta berharap kontrak ini dapat meningkatkan utilisasi rig miliknya sekaligus menopang pendapatan operasional perusahaan.

Direktur Apexindo Pratama Duta, Jeanne Watulo, menjelaskan bahwa kontrak tersebut memiliki jangka waktu pengerjaan selama dua tahun dengan status firm contract. Selain itu, terdapat opsi perpanjangan kontrak selama satu tahun.

“Kontrak tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap tingkat utilisasi rig perseroan serta pendapatan operasional perseroan,” ujar Jeanne dalam keterangan tertulis yang diterima pada Rabu (19/8/2026).

Jeanne menambahkan, proyek pengeboran tersebut akan dilaksanakan di wilayah Delta Mahakam sebagai bagian dari kegiatan pengeboran lepas pantai yang dilakukan oleh PHM.

Menurut Jeanne, perolehan kontrak baru ini akan mendukung keberlangsungan usaha dan kinerja keuangan APEX dalam beberapa tahun mendatang. Selain memberikan tambahan pendapatan, kontrak ini juga meningkatkan pemanfaatan armada rig milik Apexindo untuk mendukung kegiatan di sektor energi lepas pantai Indonesia.

Dengan tambahan kontrak ini, APEX memperkuat portofolio bisnis jasa pengeboran lepas pantai di tengah kebutuhan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi nasional. Kontrak dengan PHM ini menambah visibilitas pendapatan APEX untuk periode mendatang, mengingat masa kerjanya yang panjang.

Apexindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengeboran untuk sektor minyak dan gas bumi, baik di darat maupun lepas pantai. Perolehan kontrak baru dari PHM ini menjadi salah satu langkah strategis perseroan dalam menjaga utilisasi armada dan memperkuat kinerja operasionalnya.

Pada perdagangan Rabu kemarin, saham APEX ditutup melonjak 10,34% ke level Rp 192. Meskipun demikian, rasio price to book value (PBV) APEX tercatat hanya 0,53 kali. Rasio ini membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per sahamnya. Sementara itu, price earning ratio (PER) APEX berada di angka 7,70 kali (annualized), yang membandingkan harga saham di pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.