DailyFX.ID — JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai kurang lebih Rp 17 triliun selama semester I 2026. Angka ini merupakan bagian dari total alokasi yang disiapkan perseroan sebesar Rp 35 triliun hingga Rp 36 triliun untuk tahun ini.
Perusahaan menegaskan bahwa sisa anggaran capex akan dialokasikan secara disiplin guna meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan laba di masa mendatang. Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, menjelaskan bahwa penyerapan belanja modal pada paruh pertama tahun ini didominasi oleh aksi korporasi strategis dan pemenuhan kebutuhan operasional anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR).
“Realisasi capex Astra International di semester pertama ini sudah mencapai sekitar Rp 17 triliun dari total rencana capex sekitar Rp 36 triliun. Dari Rp 17 triliun itu, utamanya berasal dari akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam oleh United Tractors. Sementara sisanya adalah merupakan capex rutin yang utamanya juga digunakan untuk pembelian alat berat dari bisnis kontraktor pertambangan di grup United Tractors,” ujar Tira dalam acara Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Menanggapi strategi untuk memastikan sisa anggaran capex mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan laba hingga 2027, Tira menekankan bahwa ASII terus melakukan evaluasi berkala. Hal ini dilakukan agar alokasi investasi benar-benar terukur dan mendukung tujuan perusahaan.
“Untuk ke depannya, sisa belanja modal kami tentunya akan kami alokasikan untuk belanja modal yang lebih disiplin pastinya, itu akan kami alokasikan untuk belanja modal yang mendukung pertumbuhan bisnis ke depannya. Dan juga tentunya belanja modal ini dari waktu ke waktu terus kami evaluasi ya, dan kami pastikan bahwa belanja modal itu juga harus mendukung produktivitas bisnis ke depannya,” tutur Tira.
Tira optimistis bahwa realisasi belanja modal ini tidak hanya akan memperkuat fundamental operasional perseroan, tetapi juga menjaga kesinambungan profitabilitas perusahaan di masa mendatang.
Ikuti DailyFX.ID
