DailyFX.ID — Bitcoin (BTC) saat ini tengah berkonsolidasi di kisaran harga pertengahan US$ 60.000. Para pelaku pasar dan investor memantau apakah permintaan institusional yang kuat akan mampu mendorong aset kripto terbesar ini menembus level resistensi kunci di rentang US$ 67.000 hingga US$ 70.000 sepanjang Agustus 2026.
Sebagaimana dipantau pada Selasa (11/8/2026), Bitcoin berada di kisaran US$ 65.198,54 atau menguat tipis 0,60% pada perdagangan Senin (10/8/2026). Nilai ini masih berada sekitar 49% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebesar US$ 126.000 yang diraih pada Oktober 2025.
Pergerakan harga yang kian menyempit mengindikasikan potensi breakout dalam waktu dekat akan menentukan arah tren Bitcoin hingga akhir Agustus 2026. Langkah awal pemulihan harga Bitcoin menghadapi tantangan teknis di level US$ 67.000. Data Realized Price UTXO Age Bands dari CryptoQuant menunjukkan harga rata-rata pembelian BTC yang ditahan selama satu hingga tiga bulan berada di dekat area tersebut.
Kondisi ini berpotensi memicu tekanan jual dari para investor yang ingin melakukan tindakan balik modal (breakeven). Tekanan resistensi diperkirakan semakin kuat di kisaran US$ 69.000 hingga titik psikologis US$ 70.000. Penutupan harga mingguan secara konsisten di atas level US$ 70.000 menjadi syarat utama untuk mengubah momentum jangka pendek kembali ke tangan pembeli (bulls).
Di sisi lain, jika Bitcoin gagal mempertahankan momentumnya, area pendukung (support) penting berada di kisaran US$ 57.000 hingga US$ 57.825. Penurunan tajam di bawah level tersebut dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju area US$ 53.000, US$ 49.000, hingga US$ 45.000.
Arus Masuk ETF Bawa Angin Segar dari Investor Institusional
Meskipun indikator teknis menunjukkan persaingan ketat antara pembeli dan penjual, dukungan kuat terus mengalir dari sektor institusional. Data SoSoValue mencatat selama pekan pertama Agustus (3–7 Agustus), produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat membukukan arus masuk bersih (net inflows) mencapai US$ 854 juta.
ETF milik BlackRock (IBIT) memimpin pasar dengan menyumbang arus masuk mingguan terbesar mencapai US$ 694 juta, disusul oleh ETF milik Fidelity (FBTC) sebesar US$ 116 juta. Pencapaian tersebut menambah akumulasi arus masuk bersih total FBTC hingga menembus US$ 10,04 miliar.
Secara teknis, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Relative Strength Index (RSI) berada di level 56,25, mengindikasikan adanya bias positif jangka pendek. Prospek pemulihan harga Bitcoin menuju level US$ 70.000 pada Agustus ini kini bergantung pada kemampuan pasar untuk melewati dinding pembalikan di area US$ 67.000–70.000.
Pasar aset kripto, khususnya Bitcoin, dikenal memiliki siklus harga empat tahunan yang erat kaitannya dengan peristiwa halving, yaitu pemotongan imbalan blok (block reward) bagi para penambang secara periodik. Pasca-peristiwa halving dan tercapainya rekor harga tertinggi baru pada akhir 2025 di atas level US$ 126.000, Bitcoin secara historis memasuki fase konsolidasi dan penyesuaian harga sebelum menentukan arah pergerakan jangka panjang berikutnya.
Dinamika pasar modal kripto saat ini juga mengalami pergeseran struktur secara fundamental jika dibandingkan dengan siklus-siklus sebelumnya. Kehadiran produk investasi teregulasi seperti ETF Bitcoin spot di bursa AS memungkinkan dana pensiun, manajer investasi, dan investor institusional skala besar untuk masuk secara masif ke pasar kripto tanpa harus memegang aset fisik secara langsung.
Kombinasi antara likuiditas institusional melalui ETF dan analisis indikator rantai (on-chain analytics) kini menjadi faktor kunci yang menentukan volatilitas serta stabilitas harga Bitcoin di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi makro global.
Ikuti DailyFX.ID
