— Harga Bitcoin (BTC) dilaporkan bertahan di kisaran US$ 64.900 pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pergerakan aset kripto utama ini relatif datar dalam 24 jam terakhir.

Kondisi ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah Brent yang menembus US$ 83 per barel. Kenaikan harga komoditas energi tersebut dipicu oleh serangan kelompok Houthi Yaman yang terafiliasi dengan Iran terhadap Arab Saudi, yang mengindikasikan peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Analis mencatat bahwa kenaikan harga minyak yang berlanjut dapat memberikan tekanan tambahan pada inflasi. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah juga menunjukkan koreksi minor, namun tetap berada di level 4,67% untuk obligasi 10 tahun. Tingginya imbal hasil obligasi pemerintah berkontribusi pada pengetatan kondisi keuangan.

Kombinasi antara harga minyak yang lebih tinggi dan imbal hasil obligasi yang kuat berpotensi membatasi ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Hal ini dapat memberikan beban tambahan bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Sementara itu, harga emas menunjukkan tren pemulihan yang signifikan, naik 1,5% menjadi US$ 4.300 per ons. Investor cenderung beralih ke aset aman di tengah meningkatnya ketidakpastian global.