— PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) mengambil langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan melalui transformasi operasional yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan kini telah mengoperasikan sebanyak 43 unit forklift listrik di seluruh fasilitas produksinya yang tersebar di lima lokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya BLES untuk secara signifikan mengurangi emisi karbon di area operasionalnya. Selain itu, penggunaan forklift listrik juga ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi, produktivitas, dan standar keselamatan kerja. Inisiatif ini melengkapi serangkaian program Environmental, Social, and Governance (ESG) yang telah gencar dijalankan oleh perseroan.

Direktur Superior Prima Sukses, Hendra Widodo, menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap aspek operasional. “Kami percaya keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui produk, tetapi juga melalui proses produksi yang semakin ramah lingkungan. Pengoperasian forklift listrik di seluruh wilayah operasional merupakan salah satu langkah dalam mengurangi emisi operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).

Hendra menambahkan bahwa perseroan akan terus melakukan evaluasi dan mengadopsi teknologi inovatif yang dapat mendukung target keberlanjutan pabrik bata ringan Blesscon. Hal ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perkuat Dekarbonisasi dan Efisiensi Energi

Pengoperasian 43 forklift listrik ini menjadi bukti nyata komitmen BLES dalam agenda dekarbonisasi yang dilakukan secara bertahap. Selain itu, perseroan juga telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa fasilitas produksinya.

Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) BLES ditargetkan mencapai 4.370 kilowatt peak (kWp) pada akhir tahun 2026. Inisiatif lain yang juga mulai diterapkan adalah penggunaan electric loader untuk mendukung berbagai aktivitas operasional di fasilitas produksi perusahaan.

Berbagai langkah ini secara jelas menunjukkan upaya BLES untuk mengurangi ketergantungan pada peralatan yang menggunakan bahan bakar fosil dalam kegiatan produksi dan logistik internalnya. Dibandingkan dengan forklift berbahan bakar diesel, forklift listrik menawarkan keunggulan signifikan karena tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung di area produksi. Selain itu, peralatan listrik juga dikenal memiliki efisiensi energi yang lebih baik serta biaya perawatan yang relatif lebih rendah.

Bagi BLES, investasi pada teknologi rendah karbon tidak hanya semata-mata ditujukan untuk memenuhi aspek keberlanjutan. Investasi strategis ini juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional dan produktivitas dalam jangka panjang. Dengan demikian, agenda ESG perseroan kini mulai diintegrasikan sepenuhnya sebagai bagian dari strategi operasional inti, bukan sekadar program tambahan di luar kegiatan bisnis utama.

Penguatan Kinerja Keuangan dan Operasional

Transformasi operasional yang berfokus pada keberlanjutan ini berjalan seiring dengan penguatan kinerja bisnis BLES. Pada semester I-2026, perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar Rp848 miliar, yang merupakan peningkatan sebesar 33% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Lonjakan penjualan ini turut mendorong laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp147 miliar. Angka ini melonjak drastis sekitar 17 kali lipat dibandingkan laba bersih pada semester I-2025 yang hanya sebesar Rp8 miliar.

Pertumbuhan kinerja keuangan yang impresif ini juga tercermin dari sisi operasional. Volume produksi BLES pada semester I-2026 meningkat 17% menjadi 1.832.507 meter kubik (m³), naik dari 1.560.067 m³ pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan volume produksi ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap produk bata ringan perseroan masih menunjukkan tren positif.

Pada saat yang sama, BLES terus berupaya memastikan bahwa peningkatan kapasitas produksi tersebut tetap diiringi dengan efisiensi penggunaan energi dan pengurangan dampak lingkungan. Hendra Widodo menyatakan bahwa perseroan berkomitmen untuk mempertahankan momentum pertumbuhan melalui penguatan strategi bisnis dan peningkatan efisiensi operasional. “Sejalan dengan itu, perseroan juga akan terus mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) ke dalam seluruh proses bisnis agar pertumbuhan yang dicapai tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Hendra.

ESG sebagai Strategi Bisnis Inti

Langkah BLES dalam mengalihkan sebagian besar peralatan operasionalnya menuju teknologi listrik menunjukkan semakin pentingnya aspek efisiensi energi dalam industri manufaktur modern. Bagi perusahaan dengan fasilitas produksi yang beroperasi secara intensif, efisiensi penggunaan energi berpotensi memberikan dampak langsung terhadap pengurangan biaya operasional.

Pada saat yang sama, penggunaan peralatan rendah emisi dapat membantu perseroan secara signifikan mengurangi jejak karbon dari aktivitas produksinya. Strategi ini menjadi semakin relevan seiring dengan meningkatnya perhatian investor terhadap penerapan prinsip-prinsip ESG di perusahaan terbuka. BLES pun secara proaktif menempatkan aspek lingkungan sebagai bagian integral dari strategi pertumbuhannya, bersamaan dengan penguatan kinerja keuangan.

Perseroan menilai bahwa kombinasi antara pertumbuhan volume produksi, efisiensi operasional, serta penerapan teknologi rendah karbon dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk menjaga daya saing bisnis dalam jangka panjang. Dengan volume produksi yang terus meningkat dan investasi berkelanjutan pada teknologi operasional yang lebih efisien, BLES tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan dan laba, tetapi juga membangun fondasi produksi yang lebih berkelanjutan untuk masa depan.

Ke depan, BLES masih membuka peluang untuk mengadopsi teknologi lain yang dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menekan emisi di lingkungan pabrik. Langkah-langkah proaktif ini diharapkan dapat memastikan bahwa pertumbuhan BLES tidak hanya berhenti pada ekspansi kapasitas produksi, tetapi juga menghasilkan proses bisnis yang semakin efisien, ramah lingkungan, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.