— JAKARTA – PT Brantas Abipraya (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur dengan meraih penghargaan Prominent Awards 2026. Penghargaan prestisius ini diberikan dalam kategori “Excellence in High-Impact Infrastructure Delivery”, menempatkan Brantas Abipraya sebagai salah satu penerima apresiasi di Klaster BUMN dan Anak Usaha BUMN.

Ajang Prominent Awards 2026 yang mengusung tema “Indonesia Berdaya” ini merupakan penyelenggaraan keempatnya. Sebanyak 33 penghargaan diberikan kepada institusi, perusahaan, dan para pemimpin dari berbagai sektor atas inovasi, kontribusi, serta dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas kiprah Brantas Abipraya dalam menghadirkan infrastruktur. Perusahaan tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga mengarahkan pembangunan agar memberikan manfaat berkelanjutan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur akan memiliki arti yang lebih luas ketika hasilnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan secara signifikan mendukung peningkatan kualitas hidup.

“Bagi kami, sebuah karya infrastruktur tidak berhenti ketika konstruksinya selesai. Nilai sebuah proyek juga terlihat dari bagaimana infrastruktur tersebut dapat digunakan, memberikan manfaat, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Prinsip inilah yang terus kami bawa dalam menjalankan berbagai penugasan perusahaan,” ujar Dian dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (24/9/2026).

Salah satu wujud nyata dari pendekatan ini terlihat dari pembangunan 18 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sekolah-sekolah ini berlokasi di Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat (Jabar) 1, Jabar 2, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah tersebut.

Selain itu, Brantas Abipraya juga menaruh perhatian besar pada kebutuhan masyarakat akan infrastruktur sumber daya air. Perubahan pola cuaca dan meningkatnya risiko kekeringan menjadikan ketahanan air sebagai isu krusial dalam pembangunan nasional. Untuk menjawab tantangan ini, Brantas Abipraya memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui pengerjaan bendungan di berbagai wilayah.

Melalui pembangunan bendungan, Brantas Abipraya tidak hanya membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung ketersediaan air baku, irigasi yang memadai, pengendalian banjir, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat di wilayah sekitarnya. Beberapa bendungan yang telah dikerjakan antara lain Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Bendungan Kering Cijurey di Jawa Barat, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Semantok di Jawa Timur, serta Bendungan Budong-Budong di Sulawesi Barat. Saat ini, perusahaan juga tengah mengerjakan sejumlah bendungan strategis lainnya, termasuk Bendungan Cabean di Blora, Jawa Tengah, dan Bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perusahaan BUMN konstruksi ini juga terus berperan aktif dalam pembangunan, rehabilitasi, dan modernisasi jaringan irigasi di berbagai penjuru Indonesia. Infrastruktur irigasi yang dibangun memiliki peran ganda, yaitu mendukung ketersediaan dan distribusi air bagi lahan pertanian, sekaligus menjadi elemen penting dalam memperkuat produktivitas pertanian, ketahanan pangan, serta kesejahteraan para petani.

Brantas Abipraya berkolaborasi erat dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mendukung pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Program ini dikembangkan oleh Kementerian PU sebagai solusi strategis untuk daerah-daerah yang mengalami kekeringan, rawan kekeringan, atau wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan irigasi permukaan konvensional seperti bendungan dan waduk.

Lebih lanjut, Brantas Abipraya juga turut serta dalam menghadirkan berbagai infrastruktur jalan dan konektivitas di sejumlah wilayah Indonesia. Pembangunan jalan tol dan jalan bebas hambatan ini dirancang untuk memperlancar mobilitas masyarakat, efisiensi distribusi barang, serta penguatan konektivitas antar-kawasan. Berbagai karya infrastruktur jalan ini menjadi bagian dari upaya Brantas Abipraya untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Contohnya adalah Tol Cisumdawu yang meningkatkan konektivitas antara Subang, Sumedang, dan Bandung hingga Bandara Kertajati, serta Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6B yang mendukung konektivitas kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Bagi kami, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah infrastruktur, tetapi dari manfaat yang hadir setelahnya. Ketika sekolah dapat menjadi ruang belajar yang layak, bendungan menjaga ketersediaan air, mendukung produktivitas pertanian dan konektivitas, di situlah pembangunan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” tegas Dian.

Dian menambahkan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh Insan Abipraya, mitra kerja, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam berbagai proyek perusahaan. Ia menegaskan bahwa Brantas Abipraya akan terus menjaga kualitas dan ketepatan pelaksanaan proyek.

“Penghargaan ini mengapresiasi kerja panjang di balik setiap karya. Namun, ukuran keberhasilannya tetap pada manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas dan ketepatan pelaksanaan, sekaligus memastikan setiap infrastruktur yang dibangun mampu menjawab kebutuhan di wilayahnya,” tutup Dian.