DailyFX.ID — JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mendampingi 730 Usaha Mikro Kecil (UMK) dengan total 4.732 produk untuk memperoleh sertifikat halal sepanjang periode 2023-2026 melalui program BRI Peduli. Proses pendampingan ini meliputi penerapan Sistem Jaminan Produk Halal, pemeriksaan bahan baku dan proses produksi, audit lapangan, tindak lanjut perbaikan, hingga pengajuan ke sidang Komisi Fatwa. Seluruh peserta program tercatat mencapai tingkat kelulusan 100 persen dalam proses verifikasi.
Fertiana Santy, Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia, mengapresiasi kemitraan BRI dengan BPJPH dalam pendampingan sertifikasi halal UMK. Ia menyatakan bahwa model kemitraan ini dinilai memberikan hasil paling terukur di klaster institusi keuangan. “Angka 730 UMKM dengan 4.732 produk yang berhasil memperoleh sertifikat halal sepanjang 2023 hingga 2026 menunjukkan bahwa kemitraan tersebut bukan sekadar program seremonial, tetapi menghasilkan output nyata yang menopang kesiapan pelaku usaha mikro dan kecil menuju era Wajib Halal,” ujar Fertiana.
Fertiana juga menyoroti kemampuan BRI dalam menggabungkan jaringan inklusi keuangan berskala nasional dengan mekanisme pendampingan sertifikasi halal. “Dengan lebih dari 1,1 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 66.000 desa, BRI memiliki infrastruktur natural untuk memperluas skala program pemberdayaan halal ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh mekanisme sertifikasi konvensional,” tambah Fertiana, yang juga anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026.
Atas prestasi ini, BRI menerima penghargaan Excellence in Advancing Halal Readiness through Inclusive Financial Access for Micro and Small Enterprises (MSEs) pada malam puncak Indonesia Halal Awards 2026. Penghargaan ini diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20) di Trans Hotel Jakarta.
Penghargaan tersebut menempatkan BRI sebagai salah satu penerima dari klaster institusi keuangan yang diakui atas perannya menghubungkan inklusi keuangan berskala nasional dengan kesiapan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Proses penjurian berlapis oleh Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 juga menyoroti kesinambungan program pendampingan halal BRI yang berjalan multi-tahun.
Data publikasi BRI mencatat 200 UMK terpilih mengikuti program sertifikasi pada 2023, disusul 77 pelaku UMK dari 14 provinsi yang memperoleh bantuan pelatihan dan pendampingan pada 2024, hingga capaian 70 UMK dengan 404 produk pada 2025. Kesinambungan ini menunjukkan komitmen kelembagaan yang konsisten dalam memperkuat kesiapan pelaku usaha mikro dan kecil memasuki era Wajib Halal pada Oktober 2026.
Skala dan jangkauan BRI sebagai institusi keuangan menjadi pertimbangan penting dalam penghargaan ini. Sebagai bank berorientasi UMK terbesar di Indonesia dengan total aset Rp2.135,37 triliun pada 2025, BRI didukung jaringan lebih dari 1,1 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 66.000 desa, serta melayani 45,9 juta pengguna BRImo sebagai infrastruktur inklusi keuangan digital. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung penjangkauan program pendampingan halal.
Mochamad Choliq, Executive Vice President BRI, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi amanah untuk terus memperluas peran BRI dalam mendukung pelaku usaha mikro dan kecil naik kelas. “Program pendampingan sertifikasi halal adalah bentuk kontemporer dari komitmen BRI, karena legalitas halal telah menjadi kunci akses pasar yang tidak bisa ditawar bagi pelaku UMK sektor makanan dan minuman. Selanjutnya, target kami adalah memastikan lebih banyak UMKM binaan BRI mendapatkan kemudahan dalam memperoleh sertifikasi halal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa menjelang penerapan penuh Wajib Halal pada Oktober 2026, BRI berkomitmen memperkuat program pendampingan sertifikasi halal, memperluas jangkauan melalui jaringan BRILink dan Rumah BUMN, serta memastikan pelaku UMK binaan siap secara komersial memasuki pasar halal yang kompetitif. “Penghargaan dari BPJPH ini menjadi pengingat bahwa inklusi keuangan yang bermakna adalah inklusi yang membuka jalan bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan bersaing,” tutupnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI didirikan pada 16 Desember 1895 dan telah beroperasi selama 130 tahun dengan fokus pada layanan perbankan ritel, mikro, kecil, dan menengah. Pada 2025, BRI mencatatkan total aset Rp2.135,37 triliun, total kredit Rp1.521,49 triliun, dan laba bersih Rp57,132 triliun. BRI didukung jaringan lebih dari 1,1 juta agen BRILink, melayani 45,9 juta pengguna BRImo, serta menjalankan berbagai program pemberdayaan UMK melalui LinkUMKM, Rumah BUMN, Desa BRILiaN, dan Klasterku Hidupku.
Ikuti DailyFX.ID
