— JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI memberikan keterbukaan informasi mengenai jadwal penyampaian laporan keuangan perseroan hingga kuartal III tahun 2026. Rencana ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Perusahaan BBRI, Dhanny.

Dalam rangka aksi korporasi dan pemenuhan aspirasi pemegang saham, laporan keuangan perseroan per 30 September 2026 akan menjalani penelaahan terbatas atau limited review oleh akuntan publik. “Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan akan menyampaikan dan/atau melakukan publikasi laporan keuangan periode 30 September 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Dhanny dalam keterbukaan informasi, Kamis (24/9/2026).

Sebelumnya, BRI dan entitas anak mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp30,86 triliun pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan peningkatan 17,42% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp26,28 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian BRI yang dipublikasi pada Senin (31/8/2026), pertumbuhan laba ini ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga dan perbaikan beban bunga. Meskipun demikian, bank juga mencatat adanya kenaikan beban pencadangan atau impairment.

Dari sisi pendapatan, pendapatan bunga emiten berkode saham BBRI ini secara konsolidasi tercatat sebesar Rp107,92 triliun, tumbuh 5,42% (yoy). Sementara itu, beban bunga justru mengalami penurunan 5,87% (yoy) menjadi Rp27,39 triliun dari sebelumnya Rp29,10 triliun.

Kombinasi antara kenaikan pendapatan bunga dan penurunan beban bunga tersebut berkontribusi pada pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang mencapai Rp80,53 triliun, tumbuh 9,91% (yoy) pada paruh pertama tahun ini.

Namun, pertumbuhan laba BRI juga diwarnai oleh kenaikan pada pos pencadangan. Pos impairment for financial assets tercatat sebesar Rp25,51 triliun, naik 9,64% (yoy).

Dari sisi rasio profitabilitas, return on asset (ROA) BBRI menunjukkan peningkatan. ROA sebelum pajak tercatat sebesar 3,30% pada akhir Juni 2026, naik tipis dari 3,29%. Sementara ROA setelah pajak mencapai 2,70%, meningkat dari 2,63%.

Kinerja return on equity (ROE) juga menguat. ROE tercatat sebesar 22,59%, naik dari 21,09% pada semester I-2025. Apabila ROE dihitung dengan membagi laba setelah pajak dengan rata-rata total ekuitas, angkanya mencapai 18,50% pada akhir Juni 2026, meningkat dari 16,95% pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan profitabilitas BBRI ini terjadi di tengah adanya penyempitan net interest margin (NIM). Pada semester I-2026, NIM berada di level 6,40%, turun dari 6,58% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan NIM ini sejalan dengan kondisi margin perbankan secara umum.