DailyFX.ID — JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memaparkan perkembangan terkini terkait proyek tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, serta kegiatan eksplorasi tambang tembaga di Gorontalo. Perusahaan menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur untuk tambang emas terus berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Anak usaha BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM), telah menyelesaikan pembangunan portal atau pintu masuk utama menuju tambang bawah tanah Poboya. Hingga kini, terowongan tambang telah mencapai panjang lebih dari 975 meter dengan kedalaman sekitar 140 meter dari permukaan tanah.
Direktur Utama & CEO BRMS, Agus Projosasmito, menyatakan bahwa perseroan terus berupaya memperkuat operasionalnya. Hal ini dilakukan meskipun ada faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi harga dan permintaan emas di pasar.
“Kami cukup puas dengan kemajuan operasional yang dicapai. Terlepas dari faktor-faktor makro dan eksternal yang dapat memengaruhi harga dan permintaan emas di pasar domestik, kami tetap percaya terhadap fundamental BRMS yang kuat,” ujar Agus dalam keterangan resminya pada Rabu (16/9/2026).
BRMS juga mengumumkan bahwa fasilitas ventilasi udara pertama atau shaft di tambang bawah tanah Poboya telah selesai dibangun. Sementara itu, pembangunan fasilitas kedua masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan akan rampung pada semester I-2027.
CPM diproyeksikan akan memulai penambangan bijih emas dengan kadar tinggi, yaitu di atas 3,2 gram per ton (g/t), dari tambang bawah tanah tersebut pada pertengahan tahun 2027.
Selain pengembangan tambang bawah tanah, Bumi Resources Minerals juga menargetkan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas. Kapasitas tersebut direncanakan naik dari 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton bijih per hari, dengan target penyelesaian pada awal tahun 2027.
“Operasi pushback di Poboya, Palu sudah berhasil diselesaikan pada Juli lalu. Oleh karenanya, produksi emas dari tambang terbuka kami diharapkan meningkat pada semester II-2026,” kata Agus.
Di sektor tembaga, BRMS melalui PT Gorontalo Minerals (GM) saat ini tengah mengoperasikan empat unit alat pengeboran eksplorasi di lokasi tambang Cabang Kiri East, Gorontalo. Rencana penambahan aktivitas pengeboran akan dilakukan tahun depan dengan mengoperasikan tujuh alat di tiga lokasi tambang di wilayah tersebut.
Hasil dari pengeboran tersebut ditargetkan dapat disampaikan dalam bentuk estimasi sumber daya mineral tembaga pada semester I-2027.
Agus menambahkan bahwa pembangunan fasilitas baru dan pengembangan tambang bawah tanah akan menjadi faktor krusial yang mendukung peningkatan produksi emas BRMS dalam beberapa tahun mendatang. “Pabrik emas baru dengan kapasitas 2.000 ton per hari dan penambangan bijih berkadar tinggi dari lokasi tambang emas bawah tanah, akan memungkinkan Bumi Resources Minerals untuk dapat terus meningkatkan produksi emas pada 2027 dan 2028,” pungkas Agus.
Ikuti DailyFX.ID
