DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi sorotan investor asing pada perdagangan Selasa (15/9/2026). Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 242,56 miliar pada saham ini, meskipun harganya ditutup turun 0,98%.
Perdagangan pada sesi I Rabu (16/9/2026) menunjukkan kenaikan signifikan. Sekitar pukul 10.24 WIB, saham emiten tambang tembaga dan emas ini melompat 3,96% ke level Rp 5.250. Total, sebanyak 44,14 juta saham telah ditransaksikan melalui 13.533 kali frekuensi dengan nilai transaksi mencapai Rp 229 miliar.
Dalam satu bulan terakhir, saham Amman Mineral Internasional menunjukkan performa impresif dengan lonjakan lebih dari 22%, diiringi net buy investor asing sebesar Rp 386,63 miliar.
Prospek positif juga diperkirakan menyelimuti saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Ketiganya berpotensi menerima aliran dana pasif masuk (inflow) seiring kenaikan bobot dalam evaluasi Global Gold Miners Index (GDX) dan Global Junior Gold Miners Index (GDXJ) yang berlaku mulai 18 September 2026.
Sebaliknya, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) diprediksi mengalami arus dana keluar (outflow) karena bobotnya yang mengalami penurunan dalam indeks tersebut.
Saat ini, AMMN merupakan anggota indeks GDX, sementara ARCI dan EMAS terdaftar di indeks GDXJ. BRMS masuk dalam kedua indeks tersebut, GDX dan GDXJ. Tidak ada saham emiten Indonesia lain yang mengalami perubahan masuk atau keluar dari kedua indeks pada evaluasi terbaru ini.
Market Vectors Index Solutions, selaku penyedia indeks acuan VanEck, melakukan revisi terhadap faktor saham yang beredar di publik (free float factor) untuk beberapa emiten emas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Free float ARCI meningkat dari 10% menjadi 16%, AMMN dari 21% menjadi 26%, dan BRMS dari 51% menjadi 60%.
Sementara itu, free float EMAS mengalami pemangkasan dari 37% menjadi 31%. Adapun free float PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tetap stabil di angka 10%. Perubahan faktor free float ini secara langsung berdampak pada bobot masing-masing saham dalam komposisi indeks.
Investment Analyst Stockbit Group, Theodorus Melvin, menilai revisi free float menjadi faktor kunci dalam evaluasi kali ini. Berdasarkan perhitungan Stockbit, AMMN diproyeksikan akan menerima inflow sebesar US$ 43 juta, BRMS senilai US$ 37 juta, dan ARCI sebesar US$ 3 juta.
“Sedangkan EMAS diperkirakan menghadapi outflow sebesar US$ 18 juta, sementara PSAB berpotensi mencatat outflow US$ 0,2 juta,” ungkap Melvin dalam catatannya.
Ikuti DailyFX.ID
