— BALIKPAPAN – PT Balikpapan Wana Lestari (BWL) telah resmi memperoleh sertifikat Sustainable Forest Management (SFM) melalui skema Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) pada tanggal 7 September 2026. Pencapaian ini menjadikan BWL sebagai pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam perdana di wilayah Kalimantan yang berhasil meraih sertifikasi IFCC.

Sebagai bagian dari Korindo Group, BWL merupakan unit usaha ketiga dalam grup tersebut yang mendapatkan pengakuan dalam pengelolaan hutan alam lestari. Sebelumnya, PT Tunas Timber Lestari (TTL) dan PT Inocin Abadi (IA) di Papua juga telah menerima sertifikasi serupa.

Proses penilaian dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen, PT Mutuagung Lestari Tbk, berdasarkan standar SFM-IFCC IFCC ST 1001:2021. Skema IFCC sendiri merupakan sistem sertifikasi sukarela yang dirancang untuk pengelolaan hutan berkelanjutan dan telah mendapatkan pengakuan dari Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC).

Sertifikat SFM-IFCC yang diterima BWL tercatat dengan nomor registrasi SFM-IFCC-MUTU-020 dan memiliki masa berlaku hingga 6 September 2029.

Margana, Manager Forest Resources Division PT BWL, menyatakan bahwa perolehan sertifikasi ini bukanlah puncak dari upaya pengelolaan hutan lestari, melainkan sebuah permulaan. “Pencapaian mendapatkan sertifikat SFM-IFCC bukanlah suatu ending dari pengelolaan hutan lestari, tapi justru menjadi langkah awal untuk terus melakukan inovasi atau pembaruan dan perbaikan sistem dalam mengelola hutan yang berkelanjutan untuk menjawab tuntutan pasar global,” jelas Margana.

Ia menambahkan bahwa penerapan standar yang telah ditetapkan harus terus dijaga selama masa berlaku sertifikat. Hal ini memerlukan dukungan penuh dari manajemen serta pemenuhan aspek 4M, yaitu Man (Sumber Daya Manusia), Money (Pendanaan), Material (Bahan Baku), dan Method (Metode Kerja).