— JAKARTA – Perusahaan semakin menyadari pentingnya fungsi shared services tidak hanya sebagai pendukung administratif, tetapi juga sebagai pendorong efisiensi dan penciptaan nilai tambah strategis. Tren global ini mendorong perusahaan memanfaatkan teknologi digital dan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kontribusi shared services terhadap kinerja bisnis.

Perubahan peran ini menjadi fokus dalam seminar “Launchpad To Success” yang digelar PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group). Mark Teoh, Deloitte Southeast Asia Human Capital Portfolio Leader, menjelaskan bahwa shared services kini berkembang menjadi platform untuk membangun kapabilitas perusahaan, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan nilai bisnis yang lebih besar.

Shared services tidak lagi hanya tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Perannya berkembang menjadi platform untuk membangun kapabilitas perusahaan, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi bisnis,” ujar Mark Teoh.

Survei Deloitte menunjukkan 70% organisasi global telah menarik kembali pekerjaan yang sebelumnya di-outsourcing untuk memperkuat kapabilitas internal. Sebanyak 92% berencana mengintegrasikan AI ke dalam service delivery, dan 67% telah mengadopsi pengukuran berbasis business outcomes.

Chandra Asri Group, yang terus mengembangkan portofolio di sektor energi & kimia, integrasi infrastruktur, dan solusi mobilitas, membutuhkan fondasi operasional yang kuat dan terintegrasi. PT Chandra Asri Sentral Solusi (CASS) berperan sebagai platform yang mengintegrasikan proses seluruh Grup, mencakup Finance, Human Resources, Procurement, dan Customer Operations.

Presiden Direktur CASS, Lenny Woen, menyatakan bahwa CASS dibangun untuk mendukung pertumbuhan dan kompleksitas bisnis Chandra Asri Group. Peran CASS adalah memastikan efisiensi dan konsistensi proses, serta membangun kapabilitas yang memungkinkan bisnis bergerak lebih cepat dan fokus pada penciptaan nilai.

“Karena itu, kami akan terus memperkuat CASS, dari sekadar penyedia layanan menjadi mitra strategis bagi bisnis,” tuturnya.

Transformasi CASS berfokus pada standardisasi proses, pemanfaatan teknologi, otomasi, analytics, dan pengembangan kapabilitas AI. Pendekatan ini memungkinkan CASS membangun kapabilitas yang scalable seiring pertumbuhan Grup.

Sejalan dengan ekspansi Chandra Asri Group, CASS juga mulai memperluas dukungannya di luar Indonesia, termasuk di Singapura. Hal ini bertujuan membangun pengalaman dalam mendukung bisnis dengan kebutuhan operasional yang berbeda.

Ke depan, CASS berencana mengintegrasikan fungsi Information Technology (IT) pada 2027. Pengembangan ini diharapkan memperkuat konektivitas antara bisnis, teknologi, data, dan sumber daya manusia di seluruh Grup.

“Pertumbuhan Chandra Asri Group membutuhkan organisasi yang tidak hanya besar, tetapi juga semakin terintegrasi dan agile. CASS akan terus membangun kapabilitas yang memungkinkan Grup memperoleh manfaat dari skala, standardisasi, teknologi, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi masing-masing bisnis untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya,” lanjut Lenny.

Dengan transformasi ini, CASS diarahkan menjadi trusted strategic partner bagi Chandra Asri Group, menyediakan layanan yang terintegrasi, terstandardisasi, dan scalable, serta menjadi enabler bagi pertumbuhan bisnis, peningkatan operational excellence, dan ekspansi Grup secara regional.