DailyFX.ID — JAKARTA – Investor asing dinilai masih memiliki kepercayaan yang kuat terhadap Indonesia, didorong oleh fundamental ekonomi yang solid dan besarnya potensi pengembangan bisnis berbasis teknologi. Namun, kepercayaan ini perlu dijaga dengan memperkuat kepastian hukum dan konsistensi regulasi agar peluang investasi dapat terealisasi secara optimal.
Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan pandangannya ini berdasarkan berbagai percakapan dengan investor internasional. Menurutnya, Indonesia masih dipandang memiliki prospek yang sangat besar sebagai tujuan investasi.
“Saya banyak berbicara dengan teman-teman investor di luar. Mereka masih sangat believe in Indonesia. Mereka mengatakan fundamental Indonesia masih bagus,” ujar Neneng dalam diskusi Suar Forum 2026 di BSD City, Tangerang, Jumat (21/8/2026).
Khusus di sektor teknologi, Neneng melihat ruang pertumbuhannya sangat besar. Perkembangan teknologi terus membuka kemungkinan baru bagi dunia usaha dan investasi. “Kalau kami di dunia teknologi, saya melihat opportunity memang besar sekali. Apalagi dengan adanya teknologi. Nothing is impossible,” katanya.
Namun, besarnya peluang tersebut harus ditopang oleh iklim investasi yang memberikan kepastian. Neneng menekankan bahwa industri teknologi sangat bergantung pada investasi asing, sehingga kepastian hukum menjadi faktor krusial dalam keputusan investor.
Ia menilai, kepastian hukum berkaitan erat dengan kepercayaan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan regulasi dapat memberikan keyakinan kepada investor yang berencana menanamkan modal jangka panjang. “Yang mungkin perlu diperhatikan adalah, kembali lagi, kepastian hukum tersebut,” tegas Neneng.
Neneng menambahkan bahwa besarnya peluang investasi di Indonesia bukanlah sekadar optimisme. “Jadi, peluangnya masih banyak. Bukan saya di sini hanya untuk menyenangkan semua orang yang hadir, tetapi it’s real,” ujarnya.
Tak Kalah dari Malaysia
Neneng juga membantah anggapan bahwa Indonesia kalah dari Malaysia dalam persaingan menarik investasi teknologi. Menurutnya, Indonesia memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi modal kuat untuk bersaing.
“Sebenarnya—bukan karena saya sangat nasionalis—saya percaya Indonesia tidak kalah dengan Malaysia,” kata dia.
Sebagai contoh, Neneng menyoroti perkembangan infrastruktur data center di Indonesia. Ia mengaku sempat berdiskusi dengan pengusaha pusat data Toto Sugiri mengenai pembangunan data center berkapasitas besar yang dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. “It’s amazing. Jadi, ada. Bukan tidak ada. Yang penting itu dulu, data center-nya harus ada dulu,” ucapnya.
Dari sisi SDM, Indonesia juga memiliki talenta teknologi yang melimpah. Berdasarkan pengalamannya di perusahaan sebelumnya, Neneng melihat banyak tenaga teknologi Indonesia memiliki kompetensi tinggi. Bahkan, Indonesia pernah memasok talenta teknologi ke Malaysia dan negara lainnya.
Grab sendiri memiliki pusat teknologi (tech center) di Jakarta yang berfokus pada kebutuhan merchant. Besarnya jumlah pelaku usaha dan UMKM menjadi keunggulan tersendiri bagi pengembangan ekosistem teknologi Indonesia.
“So, we have a lot of people in Indonesia,” kata Neneng. Ia juga melihat banyak talenta berkualitas yang berkembang di perusahaan teknologi nasional. Dengan modal infrastruktur, talenta, serta besarnya pasar, Neneng kembali menegaskan, “Jadi, tidak kalah dengan Malaysia.”
Ikuti DailyFX.ID
