DailyFX.ID — MEULABOH – PT Prima Wiguna Parama (Parama Energi), yang merupakan anak usaha dari PT ABM Investama Tbk (ABMM), telah memperkuat akses pendidikan dan pengembangan kapasitas bagi anak serta remaja di Meulaboh, Aceh Barat. Inisiatif ini dijalankan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Ayo Bisa.
Melalui program Ayo Bisa, Parama Energi memberikan dukungan beasiswa jenjang Strata 1 (S1) kepada anak-anak binaan SOS Children’s Villages Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan akses pendidikan sekaligus membangun talenta lokal. Diharapkan, talenta ini nantinya dapat berkontribusi pada kebutuhan industri di wilayah operasional perusahaan.
Komitmen ini secara resmi dituangkan dalam sebuah Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani antara Parama Energi dan SOS Children’s Villages Indonesia di Jakarta pada hari Kamis, 20 Agustus 2026.
Direktur Parama Energi, Joshua Ratadhi Mulyonegoro, menyatakan bahwa dukungan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian integral dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“Investasi pendidikan bagi anak-anak Meulaboh merupakan bagian dari komitmen kami untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Dukungan hingga mereka menyelesaikan pendidikan tinggi tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima saat ini, tetapi juga menjadi bekal yang dapat mereka manfaatkan sepanjang kehidupan,” ujar Joshua dalam keterangan persnya pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Program Ayo Bisa sendiri terbagi menjadi dua inisiatif utama, yaitu Bisa Sekolah dan Bisa Sarjana. Kedua inisiatif ini dirancang secara spesifik untuk membantu anak dan remaja dalam membangun tujuan hidup, mengenali potensi diri, serta mempersiapkan diri secara matang untuk jenjang pendidikan selanjutnya dan memasuki dunia kerja.
Selain pemberian beasiswa, Parama Energi juga mengaktifkan program Change Makers. Program ini merupakan kegiatan employee volunteering yang melibatkan para karyawan perusahaan. Karyawan yang berpartisipasi bertindak sebagai mentor, motivator, dan fasilitator bagi para remaja binaan SOS Children’s Villages, mulai dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Program yang mulai diimplementasikan sejak Juni 2026 ini berfokus pada pendampingan keterampilan soft skill. Pendampingan tersebut didasarkan pada hasil asesmen yang telah dilakukan terhadap para siswa binaan SOS Children’s Villages.
“Kami ingin karyawan menyumbangkan waktu dan pengetahuan mereka supaya memberikan manfaat untuk orang lain. Kami percaya masa depan yang lebih baik dibangun melalui kolaborasi yang konsisten antara dunia usaha, mitra sosial, karyawan, dan komunitas,” tutup Joshua.
Ikuti DailyFX.ID
