DailyFX.ID — JAKARTA – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga Juni 2026. Perusahaan mencatat, dana yang telah terealisasi mencapai Rp1,8 triliun, atau sekitar 78,45% dari total dana IPO yang diraih sebesar Rp2,37 triliun.
Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk, Merly, menjelaskan bahwa perseroan belum sepenuhnya merealisasikan 100% dana IPO hingga periode tersebut. Akibatnya, masih terdapat sisa dana IPO sebesar Rp511 miliar yang belum terpakai. Sebagian besar realisasi dana, yaitu 53,11%, dialokasikan untuk setoran modal kepada entitas anak, PT Chandra Samudera Port (CSP).
Merly merinci, setoran modal tersebut dilakukan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan proyek fasilitas PT Chandra Cilegon Port (CCP). Proyek ini mencakup pembangunan tangki, pipa ethylene, serta fasilitas pendukung lainnya. Hingga 30 Juni 2026, proyek tersebut masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada tahun 2027. Sisa dana IPO yang belum direalisasikan akan terus disetorkan kepada CSP sesuai dengan progres pembangunan proyek.
“Hal tersebut tidak mengubah tujuan penggunaan dana sebagaimana telah diungkapkan dalam prospektus,” ujar Merly dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 25 September 2026. Ia memastikan bahwa belum terserapnya dana secara penuh tidak berdampak pada kegiatan usaha maupun operasional CDIA. Realisasi dana yang bertahap ini merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan proyek dan tidak mengindikasikan adanya keterlambatan atau kendala operasional.
Sisa dana IPO sebesar Rp511 miliar ditempatkan oleh CDIA pada rekening giro. Penempatan ini mengacu pada Peraturan OJK (POJK) No. 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, yang memperbolehkan dana IPO yang belum digunakan ditempatkan pada instrumen keuangan yang aman, likuid, dan tidak mengalami fluktuasi harga, termasuk rekening giro. “Penempatan sisa dana IPO akan berlangsung sampai dana direalisasikan sesuai dengan kebutuhan pendanaan proyek,” tambah Merly.
Dalam laporan keuangannya hingga 30 Juni 2026, CDIA mencatat adanya penyusutan ekuitas sebesar 2,53% yang dipengaruhi oleh koreksi signifikan pada laba tahun berjalan. Beban pokok pendapatan perusahaan justru mengalami peningkatan sebesar 30,86%.
Merly menjelaskan bahwa penurunan laba tersebut disebabkan oleh keuntungan non-operasional yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Meskipun demikian, kinerja operasional perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22,8% dan laba bruto naik sebesar 2,8%. Peningkatan beban pokok pendapatan sejalan dengan kenaikan volume usaha dan aktivitas operasional CDIA.
Selain itu, beban penjualan serta beban umum dan administrasi juga mengalami peningkatan, yang mencerminkan ekspansi aktivitas operasional CDIA dan entitas anak untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Peningkatan beban keuangan terutama berasal dari kenaikan beban bunga atas pemanfaatan fasilitas pendanaan perbankan yang digunakan untuk mendukung kebutuhan investasi dan menjaga fleksibilitas likuiditas perseroan.
Ikuti DailyFX.ID
