DailyFX.ID — JAKARTA – Saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang sebelumnya dikenal sebagai pengelola Texas Chicken di Indonesia, mengalami lonjakan pada perdagangan Senin (21/9/2026) setelah ambruk sepanjang pekan sebelumnya. Lonjakan ini terjadi setelah perseroan memutuskan kerja sama dengan Cajun Global LLC pada 14 Maret 2023, yang mengakhiri penggunaan brand Texas Chicken.
Pada sekitar pukul 10.50 WIB, saham CSMI melonjak 21,84% ke level Rp 212. Volume perdagangan tercatat sebanyak 121,74 juta saham dengan frekuensi 12.692 kali, menghasilkan nilai transaksi mencapai Rp 25 miliar.
Manajemen CSMI menjelaskan bahwa brand restoran yang kini dikembangkan adalah NWS Chicken, dengan fokus pada penjualan produk makanan dan minuman. Saat ini, perseroan telah mengoperasikan empat outlet yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatera.
Lebih lanjut, manajemen CSMI menyatakan bahwa proses pendaftaran brand NWS Chicken masih berlangsung. Perseroan tengah berupaya menyelesaikan isu kesamaan nama dengan merek lain yang bergerak di bidang usaha berbeda agar proses pendaftaran dapat dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sepanjang semester I-2026, CSMI mencatatkan penjualan sebesar Rp 853,99 juta, mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai Rp 815,833 juta. Namun, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 923,90 juta pada periode tersebut. Akumulasi kerugian hingga 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 69,48 juta.
Menurut manajemen, kerugian tersebut disebabkan oleh tingginya beban operasional, penyesuaian biaya bahan baku dan jasa, serta investasi pada ekspansi bisnis yang belum sepenuhnya terkompensasi oleh pendapatan yang terealisasi. “Perseroan saat ini masih dalam tahap stabilisasi beban usaha dan pengembangan pasar. Terdapat biaya-biaya tetap (fixed cost) dan investasi jangka pendek yang masih membebani struktur margin perusahaan,” terang manajemen CSMI.
Strategi ke depan yang disiapkan meliputi peningkatan produktivitas outlet yang sudah beroperasi, pengembangan NWS Chicken secara bertahap, evaluasi pembukaan outlet baru, pengembangan produk dan pemasaran, kerja sama dengan mitra strategis, serta efisiensi biaya operasional dan struktur biaya tetap.
Manajemen memandang perseroan memiliki peluang untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan usahanya melalui optimalisasi model bisnis yang ada. “Fokus perseroan adalah menjaga kesinambungan operasional, meningkatkan pendapatan, melakukan efisiensi,” ujar manajemen CSMI.
Perseroan juga mempertimbangkan pengembangan outlet baru secara bertahap dengan mengevaluasi kinerja outlet yang telah beroperasi, kondisi pasar, serta kelayakan lokasi. Hingga kini, jumlah dan lokasi pasti outlet baru yang akan dibuka belum ditetapkan.
Ikuti DailyFX.ID
