DailyFX.ID — JAKARTA – Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengumumkan bahwa suntikan dana sebesar Rp 456 miliar dari Danantara akan dialokasikan untuk melanjutkan pembangunan 12 proyek LRT City. Sebagian dari proyek tersebut bahkan belum dimulai pembangunannya.
Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, menjelaskan bahwa seluruh 12 titik proyek LRT City akan dibangun. “Ada juga (dari 12 proyek itu) yang sama sekali belum dibangun,” ujar Aminuddin saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/9/2026), seperti dikutip dari Antara.
Aminuddin menegaskan bahwa dana tersebut saat ini diprioritaskan untuk pembangunan, bukan untuk opsi pengembalian dana atau refund kepada konsumen. “Kita belum ada pilihan untuk itu (pengembalian dana/refund). Nanti sekali lagi, kami menunggu hasil dari inventaris,” katanya.
Rencananya, dalam waktu dekat, BP BUMN akan melakukan identifikasi mendalam terhadap 12 lokasi proyek tersebut. “Nanti minggu ini sampai minggu depan, saya rencana keliling lokasi itu. Nanti kita identifikasi yang pertama, (proyek) yang pasti yang sangat layak untuk dilanjutkan. Yang kedua juga (proyek yang) memang (tingkat) keterjualannya sudah paling banyak. Tapi memang 12 lokasi itu kita mau bangun semuanya,” jelas Aminuddin.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) pada akhir Agustus 2026 mengumumkan kesiapannya menyediakan dana Rp 456 miliar. Dana ini ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan proyek hunian LRT City yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
BP BUMN juga telah menggelar pertemuan dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Adhi Karya, serta perwakilan konsumen LRT City pada Selasa siang. Aminuddin menyatakan bahwa penyelesaian kasus ini akan dikawal sesuai lini masa dan tenggat inventarisasi jumlah korban proyek LRT City yang disepakati, yaitu pada awal Oktober mendatang.
Berdasarkan data Adhi Karya, dari sekitar 5.400 unit yang telah terjual, sebanyak 3.000 unit telah diserahterimakan kepada konsumen. Namun, masih ada sekitar 2.400 unit yang belum dapat diserahterimakan dan tersebar di berbagai proyek LRT City.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, sebelumnya menyatakan bahwa skema penyelesaian proyek LRT City masih dalam pembahasan bersama Adhi Karya ADHI. Danantara akan memilih opsi tercepat agar konsumen segera mendapatkan kepastian hak mereka. “Nah ini mereka sedang paparan, baru paparan pertama sama saya. Ya, jadi kita akan pilih mana yang paling cepat. Tentu nanti akan ada apa namanya apakah pemindahan unit dan lain sebagainya,” kata Dony pada Senin (31/8/2026) di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta.
Dony menambahkan, pembahasan lebih rinci dengan Adhi Karya akan segera dilakukan. Setelah skema penyelesaian ditetapkan, Danantara akan memproses bantuan pendanaan untuk mendukung penyelesaian proyek tersebut. “Ya ini nanti kita akan ketemu dengan Adhi Karya lebih detail lagi minggu ini. Kemudian setelah minggu ini kita akan langsung masukkan ke dalam proses bantuan kepada Adhi Karya untuk penyelesaian proyek ini,” ujarnya.
Ikuti DailyFX.ID
