— JAKARTA – Danone Indonesia menjalin kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan ini merupakan bagian dari upaya bersama berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus mendukung tahap awal pemulihan pascabencana.

Melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, bantuan disalurkan berdasarkan identifikasi kebutuhan di lapangan oleh PMI. Danone Indonesia memberikan donasi senilai Rp1 miliar, sekitar 53.000 botol AQUA, serta produk nutrisi. Sebagian bantuan telah dikirimkan sejak Sabtu (22/8).

Donasi tersebut akan diperuntukkan bagi pengadaan beragam kebutuhan masyarakat terdampak. Dengan demikian, jenis bantuan yang disalurkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan perkembangan situasi di wilayah terdampak.

Selain donasi, bantuan produk difokuskan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk ketersediaan air minum aman dan dukungan nutrisi. Penyalurannya dilakukan melalui jaringan kemanusiaan PMI untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat waktu dan sasaran.

CEO Danone Indonesia, Laurent Boissier, menyatakan bahwa semangat saling membantu dan kerja sama menjadi elemen penting dalam penanganan kemanusiaan saat terjadi bencana.

“Ketika gempa melanda NTT, perhatian dan simpati kami tertuju kepada keluarga dan masyarakat yang terdampak. Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana kita dapat saling membantu dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Kami bergabung dalam upaya bersama PMI, pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya untuk membantu saudara-saudara kita melewati masa darurat dan memulai pemulihan,” ujar Laurent dalam keterangan rilisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Laurent menambahkan, kolaborasi sangat penting karena penanganan bencana membutuhkan kecepatan, koordinasi, serta pemahaman yang baik terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.

“PMI memiliki pengalaman, jaringan, dan kemampuan kemanusiaan yang luas, termasuk dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat terdampak. Karena itu, dukungan kami disalurkan melalui PMI agar dapat menjadi bagian dari upaya kemanusiaan yang lebih besar, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Bagi kami, solidaritas berarti menjadi bagian dari upaya bersama dan membantu sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa sinergi dan kolaborasi lintas sektor sangat krusial guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat berjalan efektif.

“Hari ini bantuannya lebih ke dana tunai, dan ini bukan pertama kalinya untuk Danone Indonesia melainkan sudah yang keenam kali. Tiap terjadi bencana, Danone Indonesia selalu hadir menyumbang. Jadi kami sangat berterima kasih, karena ini wujud nyata pelaksanaan prinsip bisnis saat ini, yaitu ESG (Environmental, Social, and Governance), yang dijalankan dengan baik,” ujar Jusuf Kalla.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui beberapa jalur sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Bersama PMI, bantuan disalurkan melalui jalur darat di Manggarai serta jalur laut melalui Kapal Kemanusiaan.

Pasokan air minum AQUA sebelumnya telah disalurkan kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Jangkauan bantuan kemudian diperluas ke sejumlah wilayah pesisir melalui Kapal Kemanusiaan yang merupakan hasil kolaborasi PMI dan Kalla Lines, yang telah bertolak pada Sabtu (22/8).

Danone Indonesia dan PMI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan penyaluran bantuan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan. Donasi yang diberikan akan digunakan untuk pengadaan berbagai kebutuhan yang telah diidentifikasi PMI, sehingga bentuk dukungan dapat mengikuti kebutuhan nyata masyarakat terdampak.