— Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi untuk penanganan korban dan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta wilayah sekitarnya. Kedatangan Presiden di Nagekeo ini merupakan bagian dari upaya pemantauan dan penanganan bencana secara langsung.

Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 11.50 Wita. Setelah itu, beliau melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Posko Penanganan Bencana Kodam IX/Udayana (Yonif TP 834/WM) di Desa Tonggu Rambang, Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Di posko tersebut, Presiden memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah menteri dan kepala lembaga terkait. Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Jenderal Muhammad Tito Karnavian, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. Turut hadir pula Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Gubernur NTT Melki Laka Lena, serta Bupati Nagekeo Simplisius Donatus.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan bahwa kunjungan Presiden bertujuan untuk memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores. “Bapak presiden sejak awal sudah memerintahkan penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak bencana,” ujar Prasetyo.

Usai memimpin rapat, Presiden Prabowo dijadwalkan untuk meninjau langsung lokasi pengungsian di Lapangan Berdikari dan rumah sakit lapangan RSUD Aeramo yang lokasinya tidak jauh dari posko penanganan bencana.