DailyFX.ID — JAKARTA – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menargetkan pertumbuhan kinerja dua digit hingga akhir 2026, didorong oleh tren positif industri otomotif nasional. Perseroan menargetkan pertumbuhan sekitar 10% pada tahun ini.
Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Darmawan Widjaja, menyatakan optimisme perusahaan dalam mencapai target tersebut di tengah perkembangan industri otomotif nasional. “Target kami kira-kira 10% pertumbuhan yang harus dikejar. CEO kami sangat agresif, jadi kami juga harus ikut agresif,” kata Darmawan dalam ajang Auto Mechanika 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, pada Jumat (25/9/2026).
Salah satu strategi utama untuk mencapai target ini adalah dengan menyiapkan produk baru jauh sebelum produsen otomotif meluncurkan model kendaraan baru. Perusahaan terus mengembangkan produk turunan dari komponen yang sudah ada untuk mengoptimalkan kapabilitas manufaktur, termasuk proses stamping dan produksi komponen plastik.
Darmawan menjelaskan bahwa siklus pengembangan komponen otomotif cukup panjang, memakan waktu dua hingga tiga tahun dari tahap desain, pengujian, validasi, hingga siap dipasok. “Semua tantangan dan kesulitan dicoba terlebih dahulu sehingga ketika waktunya tiba, kami tinggal mengejar proses penjualan dan mendapatkan customer,” ujarnya.
Genjot Komponen Kendaraan Listrik
Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang baru bagi industri komponen lokal. Dharma Polimetal sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah prinsipal kendaraan roda empat maupun roda dua.
Meskipun beberapa peluang masih dalam tahap pembahasan, Darmawan menegaskan bahwa perusahaan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah negosiasi menghasilkan kontrak dan memasuki tahap produksi. “Semuanya terus kami jajaki. Namun, sejauh mana perkembangannya baru bisa disampaikan ketika sudah ada kontrak dan kami mulai melakukan supply kepada customer,” ungkapnya.
Saat ini, kontribusi komponen kendaraan listrik terhadap bisnis DRMA masih relatif kecil, salah satunya karena tingginya penggunaan komponen impor. Namun, Darmawan melihat kondisi ini akan berubah seiring dengan peningkatan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Peningkatan TKDN diprediksi akan membuka ruang lebih besar bagi produsen komponen domestik untuk masuk ke dalam rantai pasok kendaraan listrik. “Ke depannya porsinya akan terus tumbuh karena pemerintah juga sudah mewajibkan peningkatan kandungan lokal atau TKDN,” kata Darmawan.
Perkembangan TKDN menjadi peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kontribusi produk lokal dalam industri kendaraan listrik. Dharma Polimetal terus menyiapkan kemampuan manufaktur dan pengembangan produk agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan produsen kendaraan.
Peluang ini tidak hanya terbatas pada kendaraan listrik roda empat, tetapi juga mencakup elektrifikasi kendaraan roda dua. DRMA memiliki portofolio komponen yang beragam, mulai dari komponen plastik, konektor, control cable, hingga komponen elektronik, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Diversifikasi ini menjadi modal penting dalam menghadapi pergeseran industri otomotif menuju elektrifikasi dan peningkatan penggunaan komponen elektronik.
Inovasi Manufaktur dan Ekspansi Ekspor
Selain pengembangan produk baru, Dharma Polimetal terus memperkuat inovasi dalam proses produksi. Darmawan menekankan bahwa persaingan di industri komponen otomotif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produk sesuai spesifikasi, tetapi juga oleh efisiensi dan konsistensi manufaktur.
“Di Dharma, kami terus mencari inovasi bukan hanya pada produknya, tetapi juga pada proses produksinya. Bagaimana proses produksi bisa dibuat lebih baik dan efisien,” kata Darmawan.
Ia menjelaskan bahwa komponen yang tampak sederhana seringkali memiliki proses produksi yang kompleks, melibatkan perakitan presisi dari berbagai bagian. Kemampuan ini menjadi keunggulan DRMA dalam membangun proses produksi yang mendukung kebutuhan pelanggan dari tahap pengembangan hingga produksi massal.
Perusahaan juga mengembangkan komponen berbasis plastik melalui anak usahanya, Dharma Polyplas dan DMSI, yang fokus pada kebutuhan kendaraan roda empat dan roda dua. Selain komponen plastik, DRMA menampilkan berbagai produk lain seperti konektor, control cable, dan komponen elektronik dalam ajang Auto Mechanika 2026.
Dharma Polimetal juga terus membuka peluang ekspor, dengan Amerika Serikat sebagai salah satu pasar penting. PT Dharma Kyungshin, anak usahanya yang memproduksi wiring harness, telah memiliki bisnis ekspor ke Meksiko dan Amerika Serikat dengan kontribusi ekspor hampir 50% dari total produksi.
Darmawan melihat negara-negara maju memiliki potensi volume tinggi, sementara negara berkembang menawarkan peluang untuk produk jadi yang belum banyak diproduksi secara lokal. Kawasan ASEAN dan Amerika Latin juga menjadi wilayah yang terus dijajaki.
Namun, ekspansi global membutuhkan strategi dan waktu karena tingkat persaingan yang lebih tinggi. “Pasar luar negeri sebenarnya sangat besar, tetapi tingkat persaingannya juga tinggi. Kalau sekarang persaingan kami lebih banyak dengan pemain domestik, ketika masuk pasar ekspor berarti kami harus bersaing dengan pemain dari seluruh dunia,” ujar Darmawan.
Ekspansi ekspor harus dilakukan secara selektif, menuntut kualitas produk, kemampuan pasokan volume besar, dan harga kompetitif. Peningkatan skala produksi dan efisiensi manufaktur menjadi kunci agar produk DRMA mampu bersaing di pasar global.
Ramaikan Auto Mechanika 2026
Dharma Polimetal memanfaatkan Auto Mechanika 2026 sebagai ajang untuk memperkenalkan portofolio produk, kapabilitas manufaktur, dan desain kepada calon pelanggan serta prinsipal dari pasar domestik dan global.
“Dharma Group mengikuti acara Auto Mechanika untuk menunjukkan portofolio produk, kemampuan manufaktur, serta kemampuan desain yang kami miliki. Kami berharap dalam acara ini dapat membuka kerja sama, baik dengan calon pelanggan maupun principal,” ujar Darmawan.
Kerja sama yang dibangun diharapkan bersifat dua arah, memungkinkan produk yang dikembangkan di Indonesia dibawa ke pasar global, dan sebaliknya, teknologi global dapat dikembangkan secara lokal untuk pasar domestik. Strategi ini memperkuat posisi DRMA dalam rantai pasok otomotif global, sekaligus mempersiapkan portofolio untuk menghadapi transformasi menuju kendaraan listrik.
Ikuti DailyFX.ID
