DailyFX.ID — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 198,79 kilometer pada tahun 2027. Target ini akan dicapai melalui alokasi anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar Rp37,30 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa program pembangunan infrastruktur tahun 2027 akan difokuskan untuk mendukung penguatan produktivitas, investasi, dan industri, sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Ia menekankan bahwa peningkatan produktivitas sangat bergantung pada kualitas layanan infrastruktur yang memadai untuk berbagai aktivitas masyarakat.
“Produktivitas dan infrastruktur dasar merupakan fondasi bagi investasi serta penguatan industri. Air minum dan irigasi harus tersedia untuk mendukung pertanian, jalan dan jembatan harus mampu menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar, serta layanan dasar harus berfungsi dan mendukung kawasan berkembang secara lebih baik,” ujar Dody saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI pada Kamis (24/9/2026).
Secara keseluruhan, Kementerian PU memperoleh alokasi anggaran tahun 2027 sebesar Rp114,59 triliun. Rinciannya adalah Rp37,30 triliun untuk Bina Marga, Rp32,57 triliun untuk Prasarana Strategis, Rp30,66 triliun untuk Sumber Daya Air, Rp12,15 triliun untuk Cipta Karya, dan Rp1,91 triliun untuk dukungan manajemen dan teknis.
Di bidang Bina Marga, fokus program adalah pembangunan dan preservasi infrastruktur jalan dan jembatan guna memperkuat konektivitas. Kegiatan yang direncanakan meliputi pembangunan jalan baru 198,79 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan 870,87 km, pembangunan dan penggantian jembatan 2.597,38 meter, preservasi jembatan 16.926 meter, pembangunan flyover/underpass 473,90 meter, serta pembangunan jalan tol 12,26 km.
Bidang Prasarana Strategis akan mencakup revitalisasi 471 unit sekolah keagamaan, pembangunan 68 unit Sekolah Rakyat Tahap III, 15 unit perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan, 12 unit prasarana perekonomian atau pasar, serta prasarana olahraga, kesehatan, peribadatan, cagar budaya, dan lainnya.
Program Sumber Daya Air tahun 2027 meliputi pembangunan jaringan irigasi seluas 451 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi 47.671 hektare, pengendalian banjir sungai dan muara sepanjang 27,06 km, pengamanan pantai 6,60 km, tambahan kapasitas air baku 0,78 m³/detik, serta pengendalian sedimen dan lahar.
Bidang Cipta Karya akan memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar. Programnya mencakup pembangunan dan peningkatan SPAM sebesar 650 liter/detik, perluasan SPAM untuk 5.000 sambungan rumah (SR), pengelolaan air limbah sebanyak 6 unit, persampahan 10 unit, serta pembangunan bangunan gedung seluas 31.757 m².
Kementerian PU juga akan memperkuat program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) dan jembatan gantung. Pada 2027, program IBM mencakup 13.296 lokasi P3-TGAI, 128 unit jembatan gantung, serta 3.246 lokasi program berbasis masyarakat bidang Cipta Karya.
Selain program reguler, Kementerian PU akan melanjutkan dukungan penanganan bencana Sumatra melalui dukungan teknis, pengendalian bencana, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur. Dukungan manajemen dan teknis akan mencakup penguatan tata kelola organisasi, pengawasan internal, pembinaan jasa konstruksi, pembiayaan infrastruktur, perencanaan wilayah, dan kompetensi sumber daya manusia.
Menteri Dody berharap program kerja ini dapat menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat dan memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan. “Kami sangat menyadari bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur masih sangat besar. Oleh karena itu, setiap alokasi harus kami kelola secara cermat agar mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
Pakar infrastruktur Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai target pembangunan jalan nasional yang semakin panjang akan sangat baik bagi pertumbuhan wilayah. “Saya kira dengan kebutuhan anggaran yang ada Direktorat Jenderal Bina Marga dipastikan rutin menganggarkan pembangunan jalan nasional. Semakin panjang justru semakin baik bagi pertumbuhan suatu daerah. Apalagi jika menopang program Presiden,” ujarnya.
Yayat menambahkan, selain pembangunan jalan nasional, perbaikan dan kemantapan jalan juga perlu menjadi perhatian. Ia juga menyarankan pembangunan jalan nasional hendaknya melintasi wilayah industri, terutama yang berkaitan dengan program ketahanan pangan Presiden, seperti menghubungkan daerah lumbung pangan ke tempat pergudangan atau wilayah petani ke pergudangan.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan pagu anggaran Ditjen Bina Marga tahun 2027 senilai Rp37,3 triliun diprioritaskan untuk program yang bersifat committed, kegiatan kritis atau mendesak, dan preservasi jalan serta jembatan. Anggaran ini bersumber dari Rupiah Murni, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN), dan Rupiah Murni Pendamping.
Penggunaan alokasi pagu anggaran ini diprogramkan untuk dukungan manajemen sebesar 7,29% dan program infrastruktur konektivitas sebesar 92,71%. Kegiatan yang diprioritaskan termasuk dukungan PKPN, penanganan pasca bencana, kawasan pangan terintegrasi, kegiatan committed, pembayaran wajib, preservasi jalan dan jembatan, Inpres Jalan Daerah, infrastruktur berbasis masyarakat, serta turbinwas dan dukungan teknis.
Kondisi kemantapan jalan nasional pada 2025 tercatat sebesar 93,5%, naik menjadi 93,39% pada semester I-2026. Dana preservasi jalan efektif sebesar Rp1,525 triliun diperkirakan cukup untuk pemeliharaan seluruh jalan nasional sepanjang 47.603 km dan jembatan nasional sepanjang 565.228 meter pada tahun 2027.
Terkait penanganan bencana Sumatra, terdapat penyesuaian dukungan PKPN sebesar Rp535 miliar untuk memperkuat operasional dan pemeliharaan jalan nasional, namun penanganan bencana jalan nasional tetap menjadi bagian dari target 2027.
Ikuti DailyFX.ID
