— JAKARTA – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) mengumumkan adanya permohonan pengunduran diri dari salah satu anggota direksinya. Budi Djatmiko Musaffa, yang menjabat sebagai Direktur Keuangan perseroan, mengajukan pengunduran diri.

Sekretaris Perusahaan JECX, Muharyanto, menjelaskan bahwa surat permohonan pengunduran diri tersebut diterima pada tanggal 18 September 2026. Dalam suratnya, Budi Djatmiko Musaffa menyatakan bahwa pengunduran dirinya diharapkan dapat berlaku efektif paling lambat pada tanggal 1 Januari 2027.

“Pada surat tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa pengunduran dirinya diharapkan berlaku efektif paling lambat tanggal 1 Januari 2027,” papar Muharyanto dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (21/9/2026).

Muharyanto menambahkan, permohonan pengunduran diri ini akan diproses lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Anggaran Dasar Perseroan, serta tata kelola perusahaan. Proses ini juga akan mencakup persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Pada tanggal laporan ini, Bapak Budi Djatmiko Musaffa masih menjabat sebagai Direktur Keuangan Perseroan dan tetap memiliki tugas serta tanggung jawab sebagai anggota Direksi sampai dengan tanggal efektif berakhirnya jabatan yang ditetapkan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan ketentuan yang berlaku,” terang Muharyanto.

Sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) POJK Nomor 33/POJK.04/2014, perseroan diwajibkan untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham paling lambat 90 hari setelah menerima permohonan pengunduran diri. RUPS ini akan memutuskan permohonan tersebut, dan jika semua persiapan telah matang, akan membahas perubahan susunan Direksi.

Perseroan juga tengah mempersiapkan transisi fungsi keuangan serta proses pengisian jabatan Direktur Keuangan yang baru. PT Nitrasanata Dharma Tbk, yang dikenal sebagai Jakarta Eye Center (JEC), adalah rumah sakit spesialis mata yang telah beroperasi dengan standar layanan internasional.

Perusahaan ini baru saja menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) pada Juli 2026 dengan harga Rp 1.250 per saham. Emiten ini diketahui terafiliasi dengan Grup Emtek (EMTK).