— PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 3 triliun untuk pengembangan proyek Urbanova Edu Hub di Surabaya Timur, Jawa Timur. Proyek ambisius ini memasuki tahap pengembangan strategis setelah perseroan menjalin kerja sama dengan perusahaan rekayasa asal China, China Light Industry International Engineering Co Ltd (CLIEC).

Direktur Utama DMS Propertindo, Mohamad Prapanca, menyatakan bahwa kolaborasi dengan CLIEC merupakan langkah krusial untuk mempercepat realisasi Urbanova Edu Hub. Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara kedua pihak telah dilakukan di Jakarta.

Urbanova Edu Hub dirancang sebagai kawasan terintegrasi yang mencakup fasilitas pendidikan, hunian, bisnis, kesehatan, perhotelan, olahraga, hingga gaya hidup. Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 23 hektare di Surabaya Timur.

“Kerja sama ini sangat penting dan positif untuk mempercepat pembangunan Urbanova Edu Hub. Pasalnya, China dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai kekuatan penting dalam rekayasa teknologi dan pembangunan berskala besar,” ujar Prapanca dalam acara penandatanganan di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam kerja sama ini, DMS Propertindo menjajaki pelaksanaan proyek dengan skema turnkey. Skema ini memungkinkan mitra untuk menangani seluruh rangkaian pekerjaan pembangunan secara terintegrasi, mulai dari perencanaan teknis, rekayasa, pengadaan, konstruksi, hingga penyelesaian proyek sesuai spesifikasi yang disepakati.

Prapanca menambahkan bahwa skema turnkey diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses pembangunan, sekaligus menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan proyek.

Penandatanganan MoU dengan CLIEC merupakan bagian integral dari strategi DMS Propertindo untuk memperkuat pengembangan Urbanova Edu Hub. Perseroan meyakini pengalaman dan kapabilitas teknologi CLIEC akan memberikan dukungan signifikan terhadap pembangunan proyek ini.

“Kami meyakini pengalaman, kapabilitas teknologi, serta dukungan finansial yang dimiliki China Light Industry International Engineering Co Ltd akan mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan,” tegas Prapanca.

CLIEC adalah badan usaha milik negara (BUMN) China yang memiliki rekam jejak panjang dalam bidang engineering dan pembangunan proyek berskala besar, dengan ribuan proyek di China dan ratusan proyek internasional.

Dalam pengembangan Urbanova, CLIEC juga menggandeng Sinosure untuk dukungan aspek pembiayaan pembangunan proyek. Masuknya mitra internasional ini dinilai sebagai faktor positif bagi DMS Propertindo dalam merealisasikan kebutuhan capex Urbanova Edu Hub.

“Realisasi pembiayaan pembangunan (capex) ini juga semakin positif dengan adanya back up dari CLIEC. Sehingga pembangunan Urbanova dapat berjalan tepat waktu dan terjaga kualitasnya,” tutur Prapanca.

Kerja sama ini tidak hanya bertujuan mempercepat pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perseroan. DMS Propertindo berharap Urbanova dapat meningkatkan nilai proyek dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan jangka panjang.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, meningkatkan value proyek, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan revenue perseroan di masa mendatang,” pungkas Prapanca.

Dengan masuknya CLIEC sebagai mitra strategis, DMS Propertindo menargetkan groundbreaking Urbanova Edu Hub dilaksanakan pada akhir September 2026. Pembangunan tahap pertama ditargetkan rampung pada kuartal IV-2028, dan Urbanova Edu Hub diharapkan mulai beroperasi pada kuartal I-2029.