Dolar Lemas Memperhitungkan Stimulus Pajak Biden

Index dolar AS DXY menurun berturut-turut dalam perdagangan 2 hari pertama minggu ini. Saat informasi dicatat 9/2, index dolar AS sudah jatuh balik ke range 90.95 walau sempat pernah membumbung sampai 91.50 di hari Jumat kemarin.

Perubahan ini terkait dengan akselerasi pemrosesan proposal stimulus pajak yang disodorkan oleh Presiden AS Joe Biden.

Simpatisan pasar menyongsong baik keputusan beberapa wakil rakyat AS dari partai Demokrat untuk percepat proses legitimasi bujet untuk kontribusi pajak sebesar USD1.9 triliun yang sudah lama dijanjikan Biden untuk mengatasi imbas wabah COVID-19.

Keputusan itu menggerakkan pemecahan dalam cuaca politik Washington, tapi sukses menyokong performa pasar saham AS di awal minggu. Akhirnya, kurs dolar AS yang dipandang seperti asset safe haven juga menurun.

Meskipun begitu, peningkatan yield obligasi AS belakangan ini tumbuhkan kebimbangan pada outlook bearish USD. Yield obligasi Amerika Serikat tempo hari naik sampai dekati rekor paling tinggi Maret 2020.

Beberapa riset memandang berbelanja pajak yang masif dan bersambungnya peraturan moneter ultra-longgar The Fed tetap memberatkan outlook dolar AS, tapi tidak jelek dalam periode pendek.

Investor kemungkinan menulis kecemasan jika stimulus pajak akan posisikan minus neraca transaksi bisnis berjalan AS dan kami menyepakati jika kesetidakimbangan sistematis tetap jadi kekurangan dalam outlook periode panjang untuk dolar AS.

Terutamanya di tengah-tengah menyusutnya beda yield dan perkembangan AS, ungkapkan Shaun Osborne, kepala ahli taktik forex di Scotiabank, sambil menambah jika kekurangan dolar sekarang ini cukup prematur.

Indikator status khususnya mengisyaratkan jika beberapa trader aktif lagi kurangi eksposur status short dolar yang lumayan banyak.

Paparan Osborne menyaratkan masih menyanggaknya status short pada dolar AS, hingga beberapa spekulan peluang akan pilih untuk melepaskan status yang telah ada dahulu saat sebelum lakukan short atas dolar AS kembali.

Selama status short USD di pasar masih menimbun kebanyakan, ruangan bearish untuk USD akan terbatas.

John Doyle dari Tempus Inc Washington memberi komentar, Trading reflasi yang sudah menggerakkan ekuitas dan menyebabkan yield 30-tahunan tembus 2% sudah beralih menjadi kecemasan jika kenaikan cepat pada inflasi akan mencelakakan resiko dan dolar.

 

Leave a Comment

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.