Perusahaan Sekuritas Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Kita harus membuka rekening efek di perusahaan sekuritas terlebih dahulu untuk memulai trading dan investasi saham. Tapi, bagaimana cara memilih perusahaan sekuritas terbaik dan terpercaya di Indonesia? Tentunya tak ada orang yang ingin menyetorkan uang pada perusahaan investasi abal-abal. Untuk itu, coba perhatikan lima (5) tips berikut saat kamu memilih perusahaan sekuritas:

  1. Perusahaan sekuritas terdaftar sebagai anggota bursa dan memiliki izin dari OJK.
  2. Perusahaan sekuritas menyediakan aplikasi trading online yang lengkap dan mudah dipergunakan.
  3. Perusahaan sekuritas menetapkan fee (biaya) dalam jumlah murah dan transparan.
  4. Perusahaan sekuritas memperbolehkan pembukaan rekening efek dengan modal yang sesuai dengan dana yang sudah kamu miliki.
  5. Perusahaan sekuritas memiliki rekam jejak (track record) yang baik

Perusahaan Sekuritas Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Masih bingung? Berikut ini uraian selengkapnya untuk masing-masing tips di atas.

  1. Perizinan Perusahaan Sekuritas

Tak sembarang perusahaan bisa mengaku sebagai sekuritas di Indonesia. Perusahaan sekuritas atau broker saham yang sah hanyalah perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Demi menjamin kebenaran izin perusahaan sekuritas pilihanmu, periksa juga apakah namanya tercantum sebagai anggota bursa pada situs BEI dengan alamat digital di sini: https://www.idx.co.id/investor/perusahaan-sekuritas-di-kota-anda/. Jangan percaya pada perusahaan mana pun yang menawarkan investasi saham tetapi tak terdaftar di BEI maupun OJK.

  1. Aplikasi Trading Saham Online

Sudah tidak jamannya lagi membeli saham dengan cara menelepon broker atau berteriak-teriak di lantai bursa. Saat ini, semua transaksi jual-beli saham bisa kita kendalikan sendiri melalui telepon seluler dan PC. Tapi kinerja setiap aplikasi trading saham itu berbeda-beda.

Tidak ada platform generik seperti Metatrader untuk saham Indonesia, sehingga setiap perusahaan sekuritas akan mengembangkan platform-nya sendiri. Alhasil, fungsionalitasnya pun beragam. Ada aplikasi trading saham yang biasa-biasa saja karena hanya mencakup portofolio, watchlist dan order book. Banyak juga aplikasi trading saham yang sudah komplit mencakup alat analisis teknikal (chart) dan fundamental (stock screening).

Butuh aplikasi lebih canggih? ada perusahaan sekuritas yang menambahkan sinyal trading otomatis dan menu trailing order seperti dalam aplikasi MNC Trade. Kemudian ada lagi yang mengintegrasikan forum diskusi seperti aplikasi Ajaib. Bisa dikatakan bahwa perusahaan sekuritas Indonesia paling banyak bersaing dalam hal aplikasi. Hal ini tentu saja menguntungkan kita sebagai investor dan trader, karena kita punya banyak opsi dan bisa memilih sesuai selera.

Baca Juga: Ini 7 Perbedaan Trading Forex dan Saham

  1. Biaya Trading Saham

Pada dasarnya, ada tiga jenis biaya trading saham yang mungkin perlu dibayar oleh investor kepada perusahaan sekuritas. Ketiga biaya itu adalah fee jual, fee beli, dan fee data pasar (di luar pajak dan meterai yang dipungut oleh pemerintah). Fee jual/beli berupa persentase tertentu yang akan dikenakan pada setiap transaksi jual/beli saham. Sedangkan fee data pasar biasanya berupa nominal rupiah tertentu yang perlu dibayar setiap bulan.

Penerapan fee sangat bervariasi antar sekuritas. Beberapa contohnya antara lain:

  • Indo Premier Sekuritas (aplikasi IPOT) menerapkan fee beli 0.19 persen dan fee jual sebesar 0,29 persen. Namun, IPOT juga mengenakan biaya market info sebesar Rp33 ribu per bulan (dengan pengecualian untuk nasabah tertentu).
  • BNI Sekuritas (aplikasi esmart dan bions) menerapkan fee beli 0,15% dan fee jual 0,25%. Semua nasabah bisa mengakses data pasar tanpa biaya tambahan.
  • MNC Sekuritas (aplikasi MNC Trade) menerapkan fee beli 0,19% dan fee jual 0,29%, atau minimum fee 10 ribu rupiah jika total fee transaksi tidak mencapai 10 ribu rupiah di hari tersebut. MNC Sekuritas juga tidak membebankan biaya market info.

Tarif fee jual/beli dan market info bisa berubah-ubah sesuai kebijakan masing-masing sekuritas. Untuk mendapatkan informasi paling akurat, sebaiknya tanyakan langsung kepada CS sekuritas yang kamu minati atau mencari review aplikasi terkini.

  1. Syarat Setoran Modal Awal

Bursa Efek Indonesia memang mengkampanyekan pembukaan rekening efek dengan modal murah meriah mulai dari Rp100 ribu saja. Namun, tidak semua perusahaan sekuritas menetapkan syarat setoran awal serendah itu. Ada pula perusahaan sekuritas yang meminta setoran awal Rp1 juta, Rp3 juta, bahkan Rp10 juta atau lebih.

Dalam hal ini, pemula sebaiknya jangan memilih perusahaan sekuritas yang mempersyaratkan setoran awal terlalu mahal. Cocokkan saja dengan modal yang sudah siap kamu setorkan. Ingat, kamu mungkin harus “sedikit berkorban” saat masih dalam tahap belajar investasi saham, sehingga syarat modal yang lebih rendah akan meringankan bebanmu. Kelak kalau sudah lebih mahir, kamu bisa berpindah ke sekuritas yang lebih mahal.

  1. Rekam Jejak Perusahaan Sekuritas

Kalau kamu bergabung dengan forum investor di media sosial seperti Facebook ataupun platform diskusi khusus trader seperti Stockbit, kamu akan mengetahui bahwa setiap perusahaan sekuritas Indonesia memiliki reputasi berbeda-beda. Reputasi ini bisa jadi baik maupun buruk.

Ada perusahaan sekuritas terbaik dan terpercaya yang sangat populer karena biaya trading murah atau pendaftarannya sangat cepat. Ada sekuritas yang aplikasinya terkenal sering error. Ada juga perusahaan sekuritas yang pernah kena sanksi dari otoritas bursa karena melakukan tindakan melanggar hukum. Dan masih banyak lagi cerita-cerita lainnya.

Pemula mungkin akan sulit mengenal rekam jejak seperti ini, karena perusahaan sekuritas pasti tidak mau menyebarluaskan “sejarah kelam”-nya sendiri. Tapi kita masih bisa mengetahuinya dengan berdiskusi bersama investor-investor yang lebih senior atau melalui pencarian Google. Mengingat kita akan mempercayakan uang pada rekening efek yang berkaitan dengan perusahaan sekuritas, investigasi seperti ini sangat penting untuk dilakukan.

Copyright © 2021. All Rights Reserved. DailyFX.ID
Peringatan Resiko: Trading Forex adalah Bisnis berisiko tinggi, anda bisa kehilangan semua uang deposit. Jangan Pernah invest jika anda tidak siap untuk rugi. DailyFX.ID tidak akan menerima tanggung jawab atas kehilangan atau kerusakan sebagai akibat dari ketergantungan pada informasi yang terkandung dalam situs web ini termasuk data, kutipan, grafik, link pihak ketiga dan sinyal beli / jual. Harap pelajari dan pahami sepenuhnya mengenai risiko tertinggi terkait dengan perdagangan pasar keuangan.