DailyFX.ID — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) didesak untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari. Insiden yang mengangkut 243 orang penumpang ini menjadi perhatian serius.
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk segera mengusut tuntas penyebab kecelakaan. Melalui alat kelengkapan dewan (AKD) terkait, DPR akan mengawal proses investigasi untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi, baik dari segi alam, teknis, maupun kelalaian manusia.
“Pemerintah agar segera melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab kecelakaan ini, baik dari faktor alam, teknis, maupun manusia,” kata Puan dalam keterangan rilisnya, Senin (14/9/2026).
Puan menyoroti tingginya angka kecelakaan kapal yang kerap memakan korban jiwa. Ia menekankan pentingnya perbaikan sistem transportasi laut secara keseluruhan. “Saya minta ada perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional secara menyeluruh, agar peristiwa serupa tidak kembali memakan korban jiwa,” tegas Puan.
Senada dengan Puan, Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, juga mendesak Kemenhub untuk segera melakukan investigasi mendalam. Hal ini penting untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan dan memastikan seluruh aspek keselamatan pelayaran telah dipenuhi oleh operator dan otoritas terkait.
“Kemenhub harus melakukan investigasi secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Jangan sampai ada aspek keselamatan yang terabaikan,” ujar Danang.
Audit Dokumen Kelayakan dan Izin Berlayar
Danang juga mendesak Kemenhub untuk mengaudit dan memeriksa dokumen kelayakan kapal yang diterbitkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Pemeriksaan juga harus mencakup legalitas serta proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) oleh Syahbandar.
“Dokumen kelayakan kapal yang diterbitkan BKI perlu diperiksa, termasuk proses penerbitan SPB oleh Syahbandar. Seluruh dokumen kelayakan lainnya juga harus dievaluasi secara mendalam untuk memastikan kapal yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan,” jelasnya.
Evaluasi Usia Operasional Kapal
Lebih lanjut, Danang menyoroti informasi mengenai usia operasional KM Virgo Transport 8 yang disinyalir sudah tua. Ia menilai temuan ini harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Kemenhub dalam menata sistem keselamatan transportasi laut nasional.
“Kalau memang kapal tersebut sudah berusia tua, ini harus menjadi evaluasi bagi Kemenhub. Kita perlu melihat kembali apakah ke depan diperlukan regulasi pembatasan usia kapal yang diperbolehkan untuk berlayar,” bebernya.
Ia menambahkan bahwa opsi pembatasan usia kapal dapat menjadi kebijakan strategis jika hasil investigasi menunjukkan faktor usia dan kondisi teknis kapal berkontribusi langsung terhadap kecelakaan.
Danang mengingatkan agar evaluasi ini tidak hanya berhenti pada kasus KM Virgo Transport 8. Peristiwa ini harus menjadi momentum nasional untuk memperketat pengawasan armada, mekanisme pemeriksaan kelaikan, hingga proses penerbitan izin berlayar.
“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut,” pungkasnya.
Pencarian Penumpang dan Bantahan Kelebihan Muatan
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwandhi menyatakan bahwa pencarian penumpang KMP Virgo Transport 8 masih terus dilakukan. Memasuki hari kedua, penumpang selamat yang berhasil ditemukan berjumlah 108 orang, dengan total 114 orang ditemukan (108 selamat, 6 meninggal dunia).
“Jadi total yang sudah ditemukan berjumlah 114 orang, dengan rincian 108 penumpang selamat dan enam orang meninggal dunia,” ujar Menhub Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9).
Dudy menjelaskan bahwa personel gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian kini berjumlah lebih dari 600 orang. Ia berharap cuaca mendukung agar proses evakuasi berjalan lancar dan dapat menemukan lebih banyak korban.
Terkait kondisi kapal, Dudy menerangkan bahwa KMP Virgo Transport 8 pada dasarnya tidak kelebihan muatan saat berlayar. Berdasarkan informasi yang diterima, kapasitas kapal tidak terisi maksimal.
“Perlu diketahui, KMP Virgo Transport 8 berlayar dalam kondisi tidak overload. Namun demikian, kita tunggu investigasi menyeluruh dari KNKT untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut,” tutur Menhub.
Peran KNKT dan Pengawasan Pelabuhan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi awal, termasuk pengumpulan data spesifikasi kapal serta wawancara dengan penumpang dan awak kapal yang selamat.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menjelaskan bahwa hasil investigasi KNKT akan sangat menentukan. Ia menekankan pentingnya pengawasan di pelabuhan oleh kantor kesyahbandaran sebelum mengeluarkan izin berlayar.
“Ini tentu kita tunggu hasil investigasi dari KNKT. Namun begitu jika memang ada kondisi kapal yang bermasalah idealnya itu bisa diketahui oleh pengawas pelabuhan dalam hal ini kantor kesyahbandaran sebelum mengeluarkan ijin berlayar,” kata Djoko kepada Investor Daily.
Djoko menambahkan, idealnya kecelakaan kapal bisa dicegah melalui pengawasan ketat di pelabuhan, prediksi cuaca, dan pemantauan mesin kapal melalui dokumen yang ada. “Kita tunggu hasil investigasi KNKT,” ujarnya.
Menko IPK Minta Menunggu Hasil Investigasi
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta semua pihak untuk menunggu hasil resmi investigasi.
“Kita harus menunggu secara resmi apa yang menjadi faktor terjadinya insiden atau kecelakaan tersebut, faktor cuaca, atau teknis, atau apapun yang harus kita terima setelah mendapatkan penjelasan utuh hasil dari investigasi,” ujar AHY seperti dikutip Antara.
AHY memastikan pemerintah bergerak cepat dengan menurunkan tim gabungan untuk mengoptimalkan proses evakuasi dan penyelamatan penumpang.
Ikuti DailyFX.ID
