— JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Komisi XI menyambut baik pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Para wakil rakyat berharap penunjukan ini dapat menciptakan iklim sistem keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, yang krusial untuk menjaga sentimen positif dan mendorong perekonomian nasional.

Anggota Komisi XI DPR, Wihadi Wijanto, menekankan bahwa kondisi perekonomian saat ini memerlukan sosok Menteri Keuangan dengan pemahaman mendalam mengenai sistem keuangan dan dinamika pasar. Selain menjaga stabilitas ekonomi, ia juga menyoroti urgensi pembenahan internal di Kementerian Keuangan, khususnya pada sektor bea dan cukai serta perpajakan yang merupakan tulang punggung penerimaan negara.

“Saya kira masalah bea cukai dan pajak adalah kunci daripada APBN kita karena itu adalah penerimaan,” ujar Wihadi, Senin (14/9/2026).

Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (14/9/2026) untuk mengisi sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Wihadi mengapresiasi pergantian ini dan berharap dapat memperkuat kepercayaan pasar sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

“Saya mengucapkan selamat kepada Pak Suahasil, Wakil Menteri Keuangan yang menggantikan Pak Purbaya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Purbaya yang sudah menjadi Menteri Keuangan selama ini,” kata Wihadi.

Menurut Wihadi, Suahasil bukanlah figur baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Pengalamannya di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dinilai memberinya pemahaman komprehensif mengenai berbagai persoalan yang dihadapi sektor keuangan dan perekonomian nasional.

“Kami percaya bahwa Pak Suahasil seorang ekonom yang mampu mengatasi situasi yang saat ini,” terang Wihadi.

Ia menambahkan harapan agar Suahasil dapat memperkuat sistem penerimaan negara sekaligus menuntaskan berbagai persoalan yang masih menghantui lingkungan Kementerian Keuangan.

“Bagaimana melakukan penanganan terhadap sistem penerimaan kita yang memang harus kita kunci dari APBN, itu yang kita harapkan Pak Suahasil mampu,” pungkas Wihadi.