— PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) bertekad memperkuat inovasi bisnis serta pemanfaatan data dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kinerja perusahaan hingga akhir tahun ini. Perusahaan yang bergerak di bidang layanan hygiene, cleaning, pest control, dan environmental health ini menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba sebesar 20%.

Direktur Utama Ecocare Indo Pasifik, Wincent Yunanda, menyatakan bahwa perusahaan masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pendapatan dan laba pada 2026. “Kami masih on track untuk mencapai target pendapatan dan laba pada 2026,” ujarnya saat paparan publik perusahaan yang disiarkan secara daring, Selasa (22/9/2026).

Untuk mendukung pengembangan penjualan, peningkatan kualitas layanan, pengendalian service level agreement (SLA), dan pengambilan keputusan bisnis berbasis data, perseroan akan memaksimalkan pemanfaatan data dan AI. Implementasi AI dilakukan secara bertahap melalui pendekatan pilot, measure, and scale, dengan keputusan akhir tetap melibatkan manusia.

“Melalui strategi tersebut, kami terus mendorong pengembangan bisnis terintegrasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di bidang hygiene, cleaning, pest control, dan environmental health,” jelas Wincent.

Dalam upaya efisiensi operasional dan keberlanjutan, armada kendaraan listrik perseroan telah mencapai 52 unit per Mei 2026, terdiri dari 50 motor listrik dan dua mobil listrik. Selain itu, Ecocare juga memperluas portofolio produknya melalui ecocare pure air, sebuah solusi pemantauan dan pengelolaan kualitas udara berbasis internet of things (IoT) dan data. Inovasi produk lain yang diperkenalkan adalah ecocare sennano dan ecocare diamond series untuk mendukung efisiensi operasional, kualitas lingkungan, serta kebutuhan fasilitas bisnis modern.

Direktur Ecocare Indo Pasifik, Flora Chandra, menambahkan bahwa kinerja keuangan perseroan hingga akhir Juni 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan pendapatan mencapai 20%. “Per Juni 2026, kami sudah mencapai pertumbuhan sebesar 20% untuk pendapatan,” tuturnya.

Flora juga meyakinkan bahwa target kinerja keuangan tahun ini tidak akan terpengaruh oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat karena perseroan mengandalkan pengadaan barang dari vendor lokal. “Target laba dan pendapatan perseroan masih on track sesuai target yang sudah kami tentukan pada akhir 2025. Kami yakin akhir tahun ini akan tumbuh 20% untuk pendapatan dan laba tumbuh 15%-20% dibanding tahun 2025,” ungkap Flora.

Pada tahun 2025, HYGN mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 360,58 miliar, dengan laba tahun berjalan meningkat 5,85% menjadi Rp 19,76 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kontributor terbesar pendapatan berasal dari segmen hygiene sebesar 49,37%, diikuti oleh segmen cleaning sebesar 36,88%, dan pest control sebesar 13,75%. Total aset perusahaan pada 2025 tercatat sebesar Rp 215,52 miliar, dengan total liabilitas Rp 46,08 miliar dan ekuitas Rp 169,43 miliar.