— Flores, Nusa Tenggara Timur – Pasca gempa yang melanda wilayah Flores, masyarakat terdampak dihadapkan pada situasi penuh ketidakpastian dan berbagai keterbatasan. Selain kebutuhan pangan dan dasar, akses komunikasi serta energi menjadi krusial untuk keselamatan, koordinasi darurat, dan pemulihan. Menyadari hal ini, PT Elnusa Tbk (Elnusa) melalui anak usahanya, PT Elnusa Petrofin (EPN), bersama Pertamina Group, bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Penyaluran bantuan dilakukan secara terpadu, seiring dengan upaya menjaga distribusi energi untuk memenuhi kebutuhan warga, layanan publik, dan tim tanggap darurat. Bantuan tahap awal logistik darurat telah disalurkan ke wilayah terdampak melalui Fuel Terminal Bajo. Bantuan tersebut mencakup 60 paket makan siang harian untuk pekerja AMT dan Supporting, 1.130 boks makanan darurat, 2.250 kilogram beras, 5.060 bungkus mi instan, 160 kilogram gula, 110 kilogram garam, dan 514 liter minyak goreng.

Untuk melengkapi kebutuhan pangan dan nutrisi selama masa tanggap darurat, bantuan juga meliputi 3.300 butir telur, 330 paket makanan ringan, 480 dus air mineral, 2.280 kaleng susu steril, dan 300 kaleng sarden. Selain itu, Elnusa juga menyediakan 32 unit kasur, 32 set sprei, selimut, bantal, dan guling. Perlengkapan kebersihan seperti 216 pcs sabun mandi, serta kebutuhan lainnya seperti 2 kipas angin, 2 tenda 6×3, 110 pak teh celup, 550 pcs teh kotak, 220 sachet kopi, dan 880 pcs penyedap rasa turut diberikan.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat dan mendukung upaya pemulihan pascabencana. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Komisaris Utama dan Independen PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, bersama jajaran manajemen PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin di Fuel Terminal Bajo pada Selasa (18/8).

Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Iriawan mengapresiasi dedikasi para Awak Mobil Tangki (AMT) yang tetap berkomitmen menjaga pasokan energi di tengah situasi bencana dan medan yang menantang. Ia menegaskan bahwa dedikasi tersebut merupakan bukti nyata pengabdian insan Pertamina Group bagi negeri.

Bersamaan dengan itu, EPN memperkuat dukungan operasional dengan mengerahkan 39 Awak Mobil Tangki (AMT) perbantuan dari berbagai wilayah operasi. Sebanyak 31 unit mobil tangki perbantuan dari Fuel Terminal Badas, Fuel Terminal Bima, dan Fuel Terminal Bajo juga turut membantu percepatan pemulihan distribusi BBM pascabencana. Total 38 unit mobil tangki dioperasikan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat, fasilitas publik, dan personel tanggap darurat.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan keprihatinan mendalam kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, kehadiran perusahaan dalam situasi darurat adalah bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan komitmen mendukung masyarakat melewati masa sulit. “Duka dan kesulitan yang dirasakan masyarakat Flores juga menjadi keprihatinan kami. Melalui sinergi Elnusa Group dan Pertamina Group, kami berupaya hadir dengan dukungan yang benar-benar dibutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga serta mendukung proses penanganan dan pemulihan,” ujar Rustam.

Penyaluran bantuan ini menunjukkan kolaborasi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group yang mampu menghadirkan respons cepat, terpadu, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Setiap entitas berperan menyatukan sumber daya agar bantuan menjangkau warga sekaligus memastikan layanan energi tetap berjalan.

Dalam seluruh prosesnya, para personel mengedepankan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) untuk melindungi keselamatan semua pihak yang terlibat dan memastikan penyaluran bantuan serta energi berlangsung aman dan lancar. Bagi Elnusa, tanggap bencana berarti hadir dengan empati, mendengarkan kebutuhan masyarakat, dan bergotong royong dalam pemulihan.